RADAR JOGJA - Sebanyak 70 peserta yang merupakan para ibu yang datang dari berbagai komunitas parenting di wilayah DIY mengikuti agenda bertajuk Moms Health Talk dari Pocari Sweat. Agenda ini bekerjasama dengan P2PL Dinas Kesehatan Provinsi DIY, secara konsep kegiatan ini memberikan edukasi tentang Demam Berdarah dan juga parenting.
Agenda ini menghadirkan dia isu yang disampaikan oleh dua narasumber berbeda. Isu pertama yakni terkait demam dan demam berdarah, mulai dari tips pencegahan hingga penanganan. Sementara sesi kedua, yakni pembahasan mengenai tips parenting dalam mengontrol emosi dan mereduksi stress.
"Narasumber kali ini dua-duanya adalah dokter, yakni dr Juliani Sp.A (K) M.Kes dari RS Panti Rapih dan juga dr. Gendisya seorang Health Educator dari Familia Indonesia," terang Head of Region Marketing Pocari Sweat Central Sigit Aris Setiawan, Sabtu(1/7).
Sigit menambahkan, agenda serupa turut dilaksanakan di lima kota lain di Indonesia. Yakni, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar.
"Untuk materi di tiap-tiap kota berbeda. Kebetulan di Jogja ini dua sesi dan dua pematerinya adalah dokter," paparnya.
Gendisya, yang merupakan salah satu narasumber pada acara ini, menyebut, reduksi stress dan beban yang ditanggung seorang ibu benar-benar harus jadi perhatian sentral.
"Secara umum ibu itu perlu support system dari sekitarnya, yang paling dekat dan utama tentu saja suami dalam konteks ini," lontarnya.
Gendisya membeberkan, bahwa seorang ibu merupakan sosok dengan multiperan yang ditanggungnya sebagai ibu dan istri, ibu juga memiliki problematika yang kompleks sehingga perlu memiliki mental health yang baik juga.
"Permasalahannya pun bisa berbeda, ada ibu yang stay at home ada juga ibu yang berkarir, keduanya bagus dan berat bebannya," tandanya.
Diakui Gendisya bahwa perlu support system tidak saja dengan suami atau keluarga, namun juga dengan sesama ibu. "Saling support itu sangat penting, makanya ada istilah juga mom support mom, karena relate satu sama lain," bebernya.
Secara umum, usia juga berpengaruh dalam kedewasaan dan mental pasangan. Apalagi, ketika sudah memiliki anak.
Hal tersebut yang turut dirasakan oleh salah satu peserta yang datang mewakili komunitas parenting Cita Bestari Aji Nur Afifah. Perempuan yang akrab disapa Apik itu mengungkapkan, dirinya cukup muda ketika menikah dan hal tersebut jadi persoalan yang cukup berat ketika awal-awal pernikahannya.
"Saya nikah usia 22 tahun. Saya akui itu tidak mudah dan memang berat awal-awal, sampai akhirnya saya belajar terus menerus dengan suami," tandasnya.
Apik berpesan, penting untuk calon orang tua mempelajari secara umum mengenai tips parenting. Hal tersebut yang turut dilakukannya bahkan sebelum memiliki anak.
"Menurut saya, belajar parenting itu penting sekali, walaupun dulu saya baru belajar yang saya suka saja. Tapi, pada akhirnya semua itu berguna juga dan harus mau terus belajar," pesannya. (cr1)
Editor : Amin Surachmad