GUNUNGKIDUL - Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter atau magnitudo 6 pada Jumat tadi malam (30/6) memicu korban luka di Gunungkidul. Sebanyak lima orang dilarikan ke RSUD Wonosari. Salah seorang di antaranya masih menjalani perawatan medis karena mengalami patah tulang kaki.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Sumadi mengatakan, lima korban luka terdampak gempa berada di lokasi terpisah. Masing-masing Besari, Wonosari, Logandeng, Playen, Rejosari, Baleharjo, dan Kemadang, Tanjungsari.
"Satu korban masih dirawat di rumah sakit, akibat dampak tidak langsung gempa. Dia (korban) saat gempa panik dan lari kemudian terjatuh," kata Sumadi saat dihubungi Sabtu (1/7) pagi.
Jadi, bukan terluka karena tertimpa reruntuhan bangunan. Hingga pagi ini korban masih menjalani perawatan di RSUD Wonosari. Korban atas nama Indri Tiasari, 26, seorang ibu rumah tangga.
"Kami masih melakukan pendataan, termasuk dampak kerusakan," ujarnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyebut dampak kerusakan akibat gempa mencapai 35 bangunan. Selain itu, instansi tersebut juga mencatat satu korban tewas akibat serangan jantung lantaran panik saat gempa terjadi.
Kepala BPBD Bantul Agus Yuli Herwanta mengatakan, hingga Sabtu (1/7) pagi pihaknya mencatat ada 12 kapanewon yang terdampak kerusakan akibat gempa dengan kekuatan 6,4 skala richter tersebut. Rinciannya di kapanewon Bambanglipuro sebanyak 1 lokasi, Dlingo 2 lokasi, Imogiri 3 lokasi, Jetis 1 lokasi, Kasihan 2 lokasi, Kretek 5 lokasi, Pajangan 1 lokasi, Pandak 1 lokasi, dan Piyungan 1 lokasi.
Selain itu dampak gempa juga dirasakan di Pleret dengan 1 lokasi kerusakan, Pundong 3 lokasi, dan terbanyak di kapanewon Sanden dengan 14 titik lokasi. Agus melanjutkan, gempa juga menyebabkan jatuhnya korban jiwa sebanyak tujuh orang. Enam orang mengalami luka ringan dan satu orang meninggal dunia di kapanewon Bambanglipuro.
Editor : Amin Surachmad