RADAR JOGJA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6 yang terjadi Jumat 30 Juni pukul 19.57 tak hanya berdampak di wilayah Jogjakarta. Dampak gempa juga menimbulkan kerusakan rumah di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Tingkat kerusakannya tergolong ringan dan sedang.
Kerusakan rumah juga terjadi di wilayah Kabupaten Bantul di Jogjakarta. Yakni, di Kapanewon Piyungan dan Kapanewon Kasihan.
Dikutip dari laman Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG), gempa dirasakan di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Selain di Jogjakarta, gempa dirasakan oleh warga di Tulungagung, Nganjuk, Kebumen, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek. Selain itu, Karangkates, Klaten, Kediri, Kulonprogo, Wonogiri, Banjarnegara, Purbalingga, Purwokerto, Mojokerto, Pacitan, Gresik, Malang, Salatiga, dan Jepara. Juga, Lumajang, Ngawi, Blora, dan Bandung.
BMKG mengeluarkan beberapa rekomendasi.
Masyarakat dihimbau tetap tenang tetapi waspada. Gempa susulan masih mungkin akan terjadi.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan signifikan yang berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan yang sudah lemah. Untuk itu, mayarakat diimbau untuk tidak menempati bangunan yang secara struktur sudah rusak.
Masyarakat perlu waspada dengan kawasan perbukitan dengan tebing curam karena gempa susulan signifikan dapat memicu longsoran (landslide) dan runtuhan batu (rock fall). Masyarakat diminta tidak percaya berita bohong (hoax) mengenai prediksi gempa yang lebih besar dan akan terjadi tsunami.
Sementara itu, gempa tadi terjadi pada episentrum 8,63° LS , 110,08° BT, dan kedalaman 67 kilometer.
Hasil monitoring BMKG sampai jam 21.30, menunjukkan adanya 20 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan rentang magnitudo 3,0 sampai 4,2.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Editor : Amin Surachmad