RADAR JOGJA - Satlantas Polres Gunungkidul bersinergi dengan stakeholder untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sekarang semua kapanewon memiliki jalur zig-zag untuk ujian praktik surat izin mengemudi (SIM).
Baur SIM Satpas Polres Gunungkidul Aiptu Aris Puji Yuana mengatakan, jalur zig-zag ujian praktik SIM diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat. Fasilitas yang ada hendaknya dimanfaatkan dengan baik.
"Seluruh kapanewon sudah ada (jalur zig-zag, Red)," kata Aris Puji Yuana saat dihubungi Kamis (22/6/23).
Dia menjelaskan, jalur zigizag selain di lingkungan polsek, juga ada di kantor panewu atau lapangan milik kalurahan. Meski sederhana, akan tetapi jalur yang dibuat sama persis seperti yang diujikan. "Jadi bisa digunakan untuk latihan," ujarnya.
Diakui, selama ini ada keluhan berkaitan dengan ujian praktik guna mendapatkan SIM baru. Mengaku kesulitan karena sering gagal melintasi jalur yang telah ditentukan saat mengikuti ujian di Polres.
Selain itu, pelatihan juga bisa dilaksanakan di Satpas Polres Gunungkidul atau layanan SIM Masuk Desa (Simade). Layanan di kalurahan dilaksanakan di Balai Kalurahan Siraman setiap Kamis dan Balai Kalurahan Wiladeg setiap Sabtu.“Untuk waktunya setiap pukul 09.00-11.00. Kalau di lokasi Simade maka ada petugas yang mengarahkan,” ucapnya.
Menurut Aris, berdasarkan Peraturan Polisi No.2/2023, ada beberapa persyaratan baru berkaitan dengan pengurusan SIM. Salah satunya melampirkan sertifikat mengemudi dan kartu BPJS. "Tentunya kami siap melaksanakannya, tapi kepastian masih menunggu instruksi,” ucapnya.
Warga Kapanewon Patuk, David Kasidi mengaku sedang berproses mengurus SIM baru. Namun dokumen kelengkapan berlalu lintas miliknya tersebut belakangan diketahui masa berlaku telah habis.
"Katanya sekarang membuat SIM harus pakai sertifikat mengemudi ya. Saya kurang paham maksudnya seperti apa," kata David.
Dia berharap menjelang peraturan diterapkan disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat luas. Sehingga warga bisa mengetahui pasti aturan baru dan tidak bingung ketika berproses membuat SIM. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika