RADAR JOGJA - Kaisar Jepang Hironomiya Naruhito berkunjung ke Candi Borobudur, Kamis (22/6). Kedatangan Kaisar Naruhito ke Candi Borobudur merupakan rangkaian kegiatan saat melakukan lawatan ke Indonesia untuk memenuhi undangan Presiden Joko Widodo.
Kunjungan Kaisar Naruhito ini merupakan nostalgia memori kunjungan masa lampau ayahanda, Kaisar Akihito, yang pernah berkunjung ke Candi Borobudur pada tahun 1991. Sebagai pengelola destinasi wisata Candi Borobudur, PT TWC memastikan keamanan dan kenyamanan, dengan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baik.
Kaisar Naruhito tiba di pelataran Candi Borobudur pukul 08.11. Disambut dengan hangat oleh Gubernur Jawa Tengah, perwakilan Kapolda Jawa Tengah, Pangdam IV Diponegoro, Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, serta Kepala Unit Borobudur, Mendut, dan Pawon UPT Museum dan Cagar Budaya.
Didampingi oleh pemandu Mura Aristina, Kaisar Naruhito naik ke struktur Candi Borobudur menyusuri lorong 1 lantai 3. Mura pun memberikan story telling berupa deretan kisah relief Lalitavistara yang terpahat pada dinding candi.
Baca Juga: Diawali Welcome Drink Setup Jambu, Dinner di Keraton Jogja, Kaisar Jepang Dijamu Masakan Tradisional
Kaisar Naruhito juga mengunjungi stupa Buddha terbuka pada lantai 8 dan 9. Kaisar Naruhito yang memiliki riwayat pendidikan dan memperoleh gelar di bidang sejarah, begitu antusias mendengarkan penjelasan dari pemandu Mura Aristina. Selama kurang lebih 40 menit mengitari Candi Borobudur, Kaisar Naruhito kemudian bertolak meninggalkan kawasan Candi Borobudur.
Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Febrina Intan mengatakan, pihaknya melakukan berbagai persiapan guna memberikan layanan terbaik bagi kunjungan Kaisar Naruhito. "Sejak awal kami berkoordinasi secara intens dengan Kedubes Jepang, mengawal setiap proses persiapan hingga pelaksanaan kunjungan," ujarnya.
Febrina menambahkan, sehubungan dengan kunjungan Kaisar Jepang ke Candi Borobudur, PT TWC telah melakukan penyesuaian jam operasional layanan kunjungan wisatawan reguler. Yang mana kunjungan bisa dilakukan pada pukul 10.00.
Dengan kunjungan Kaisar Jepang ke Candi Borobudur ini, diharapkan dapat meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dan Jepang. "Ini menjadi momen yang sangat baik untuk Indonesia, khususnya pariwisata Jawa Tengah dengan magnet utama Candi Borobudur," terangnya.
Baca Juga: Diadopsi Filipina Hingga Papua Nugini, Kaisar Jepang Apresiasi Sabo Dam di Jogja
Dia menyebut, Kaisar Jepang sangat respect terhadap Candi Borobudur. Kaisar juga mengikuti setiap ketentuan kunjungan sesuai dengan yang berlaku di destinasi Candi Borobudur. Seperti menggunakan alas kaki khusus berupa upanat) dan pendampingan pemandu.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi tindakan dari Mura dalam memberikan penjelasan secara utuh sejarah Candi Borobudur kepada Kaisar Jepang dan permasuri dengan lugas. "Saya melihat, Kaisar Naruhito sangat senang dan impresive mengikuti (ceritanya). Karena guide-nya sangat keren," kelakarnya.
Dia menilai, Kaisar Jepang sangat senang berkunjung ke Candi Borobudur dan sempat mengabadikan momen saat di atas struktur. Kaisar Jepang juga terkesan dengan filosofi dan cerita narasi dari pemandu. Ganjar juga sempat merasa protokol kenegaraannya sangat ketat. Tapi, hal itu terpatahkan dengan pembawaan Kaisar Jepang yang humble.
Dia menyebut, ada banyak pembahasan yang dibicarakan dengan Duta Besar Jepang. Termasuk meminta Ganjar berkunjung ke negaranya. Tapi, dia meminta waktu agar menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu.
Kunjungan ke Indonesia ini memang perdana dilakukan Kaisar Naruhito dalam waktu tujuh hari. "Ini belum pernah terjadi. Menurut saya, ini menjadi tanda bahwa keakraban dua negara antara Jepang dengan Indonesia menjadi begitu penting," jelas Ganjar. (aya)
Editor : Amin Surachmad