Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gelaran KIE, Upaya Pemkab Kebumen Terlepas dari Kantong Kemiskinan

Muhammad Hafied • Senin, 19 Juni 2023 | 20:01 WIB
SEMARAK: Suasana gelaran Kebumen International Expo (KIE).
SEMARAK: Suasana gelaran Kebumen International Expo (KIE).

KEBUMEN - Banyak cara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen agar terlepas dari status kabupaten termiskin di Jawa Tengah. Salah satunya melalui gelaran Kebumen International Expo (KIE). (Prokopim Kebumen For Radar Jogja)

 

Perhelatan akbar yang digelar dua tahun belakangan ini dinilai menjadi cara ampuh mengurangi angka kemiskinan. Terdapat berbagai macam sektor yang menjadi target capaian pada gelaran KIE. Yakni, iklim invenstasi, industri pariwisata hingga peningkatan kapasitas UMKM.

 

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan, KIE adalah langkah konkret pemerintah daerah agar Kabupaten Kebumen jauh lebih berdaya saing. Dari KIE, diharapkan bermuara pada pertumbuhan ekonomi daerah. "Pertumbuhan ekonomi Kebumen sekarang tertinggi se Jawa Tengah. Sekitar 5,74 persen. Kemudian penurunan kemiskinan ekstrim sudah 1,4 persen. Cukup tinggi di Jateng," bebernya, saat pembukaan KIE, Sabtu (17/6).

 Baca Juga: Waduk Sempor Tetap Jadi Primadona Wisata Air di Kebumen

Menurut Arif, KIE menjadi salah satu media promo untuk menawarkan ladang investasi. Pihaknya menarget nilai investasi lebih dari Rp 50 miliar dari gelaran berkelanjutan tersebut. Dia optimistis target itu akan tercapai. Apalagi proses pengurusan perihal investasi kini cepat dan mudah. "Semoga bisa tercapai, ya. Sekarang ngurus investasi susah sangat mudah. Tidak perlu menunggu tanda tangan bupati. Pelayanan satu pintu dan tersedia ruang konseling," ungkapnya.

 

Di sektor UMKM, kata Arif, banyak perlakuan yang diberikan kepada para pelaku usaha selama gelaran KIE. Mulai dari peningkatan kapasitas, bentuk kerjasama serta fasilitas pengembangan produk. "Bedanya dengan KIE tahun kemarin, sekarang lebih banyak yang kita fasilitasi. Kolaborasi terus berkesinambungan, misalnya dengan pihak pendukung, Pertamina," ucapnya.

 

Dari target yang terukur itu, Arif yakin tahun depan Kebumen tidak lagi menjadi kabupaten termiskin di Jawa Tengah. "Ketika pertumbuhan ekonomi naik, pengentasan kemiskinan efektif. Kami optimis, karena ada korelasi," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Panitia KIE 2023 Asep Nurdiana menyampaikan, sedikitnya 500 stan pameran disediakan bagi pelaku usaha. Dari jumlah itu, 60 persen di antaranya diisi produk UMKM dan bentuk promosi lain. Sedangkan sisanya, diisi oleh perwakilan kabupaten atau kota di Jawa Tengah dan Jogjakarta. "Kami beri keleluasaan bagi teman-teman di luar Kebumen. Tapi prinsip paling prioritas buat usaha lokal," kata Asep, yang juga Kepala DLHKP Kebumen.

 

Asep menerangkan, KIE tahun ini tidak telalu berbeda dengan gelaran tahun sebelumnya. Perbedaan hanya terletak pada tema yang diusung. Tahun ini fokus mengenalkan Geopark Karangsambung-Karangbolong, yang dalam waktu dekat bakal berubah status menjadi Global Geopark Unesco. "Satu langkah lagi, geopark kami dapat predikat dari Unesco. Nah ini yang terus kami dorong," jelasnya. (amd)

Editor : Amin Surachmad
#kebumen international expo #Pameran #Ekonomi