Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rebranding Baki by D'Monaco, Sajikan Makanan Khas Nusantara

Editor News • Kamis, 6 April 2023 | 21:03 WIB
BARU : D
BARU : D
RADAR JOGJA - Salah satu resto berkonsep fine dining di Sleman, D'Monaco resmi rebranding atau beralih nama menjadi Baki by D'Monaco. Peralihan nama ini menyusul adanya perubahan konsep menu yang sebelumnya Western Food menjadi Indonesian Soulfood.

General Manager Baki by D'Monaco Prihandono Setiabudhi menuturkan nama Baki diambil dari kata baki atau nampan yang berarti tempat menyuguhkan makanan. Menurutnya melalui rebranding ini D'Monaco mencoba untuk berdapatasi menyajikan makanan-makanan nusantara. Konsep ini dinilai lebih diminati khususnya bagi masyarakat Jogjakarta.

"Pasar Western sangat terbuka lebar. Hanya saja belum bisa ke arah maksimal. Kami mencoba adaptif ke arah menu-menu Indonesia. Jogjakarta pasarnya hanya untuk menu Indonesia dan lokal, meskipun menu-menu Western juga ada. Ibaratnya orang makan steak sebulan sekali. Kalau nasi goreng bisa sebulan dua kali. Kami melihat peluang itu," jelasnya saat ditemui di Baki by D'Monaco, Selasa (4/4).

Prihandhono menambahkan ada berbagai menu nusantara dari berbagai daerah yang disajikan di Baki by D'Monaco. Meski demikian, menu-menu Western signature dari D'Monaco tak ditinggalkan. Para tamu setia D'Monaco masih bisa menikmati berbagai sajian menu Western dengan melakukan pemesanan terlebih dahulu.

Tak mau setengah-setengah, dalam waktu dekat Prinhandono akan melakukan sedikit perubahan interior ruangan. Ini untuk menyesuaikan suasana dan nuansa dengan konsep Baki by D’Monaco.

"Tentunya dengan memberikan sentuhan nusantara. Namun tetap mempertahankan ciri khas bangunan D'Monaco," katanya.

Salah satu chef di Baki by D'Monaco Chef Gun menjelaskan setidaknya ada 50 menu nusantara dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah sate maranggi, tengkleng kambing, dan buntut asam pedas. Sementara untuk sajian penutup ada mille crepes dan es doger.

"Ini menu yang pasti dicari kalau orang kulineran. Sate maranggi khas Purwakarta. Di Jogja pasti cocok dengan cita rasa yang manis gurih. Tengkleng kambing juga sudah pasti empuk karena prosesnya lama. Buntut asam pedas khas Indonesia, dagingnya empuk dengan cita rasa asam dan pedas. Untuk es doger pasti sudah familiar dan banyak yang suka," ujarnya.

Menurut Chef Gun, makanan nusantara lebih banyak diminati oleh masyarakat. Jika dibanding dengan makanan Western, makanan nusantara jauh lebih kaya akan rempah. Makanan Western cenderung sedikit bumbu.

"Western cenderung ke simpel. Indonesia kaya dengan rempah. Kita kuat dengan rempahnya. Indonesia dari dulu negara penghasil rempah," katanya.

Public Relation Baki by D'Monaco Aulia Mutmainnah Liya menuturkan rebranding secara resmi berlaku pada 1 April 2023. Sebelumnya, manajemen D'Monaco telah melakukan berbagai riset. Dari situ D'Monaco menyadari tingginya permintaan akan menu-menu nusantara. Beberapa strategi akan dia tempuh untuk menciptakan brand awareness kepada masyarakat.

"Beberapa rencana ke depan terkait rebranding, akan kami lakukan berbagai macam strategi seperti soft selling dan hard selling. Dari berbagai macam riset yang sudah dilakukan dengan adanya pemilihan nama dan peralihan menu, kami melihat pasar bagaimana besarnya minat dari tamu seria D'Monaco dan masyarakat luas akan menu nusantara," ujarnya. (*/isa/dwi) Editor : Editor News
#Kuliner #BAKING by D'Monaco #Rebranding D'Monaco #fine dining