Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Realisasi Fisik 99 Persen, Belanja 89 Persen

Editor Content • Jumat, 27 Januari 2023 | 17:39 WIB
PERSIAPAN KURBAN: Depo hewan ternak milik Muhtarom ini menyediakan puluhan kambing maupun domba untuk Idul Adha. Dia tidak menyediakan sapi atau kerbau lantaran ragu dengan banyaknya kasus PMK.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
PERSIAPAN KURBAN: Depo hewan ternak milik Muhtarom ini menyediakan puluhan kambing maupun domba untuk Idul Adha. Dia tidak menyediakan sapi atau kerbau lantaran ragu dengan banyaknya kasus PMK.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
RADAR JOGJA - Realisasi fisik di Kabupaten Magelang hingga akhir triwulan IV tahun anggaran 2022 nyaris sempurna. Jumlahnya dinilai cukup baik dan mencapai 99 persen. Sedangkan realisasi belanja mencapai 89 persen.

Bupati Magelang Zaenal Arifin menuturkan, persoalan-persoalan yang menghambat jalannya realisasi pembangunan harus diminimalisir. Agar pada tahun anggaran kali ini, realisasi fisik maupun belanja dapat dicapai lebih baik lagi.

Rapat koordinasi pengendalian operasional kegiatan (rakorpok) terpadu ini memberikan gambaran kinerja pelaksanaan kegiatan pembangunan daerah. "Yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun non APBD," ujarnya di Ruang Bina Karya, Setda Kabupaten Magelang, Kamis (26/1).

Zaenal juga menekankan, agar sepuluh prioritas pembangunan di wilayahnya dapat berjalan dengan baik dan tidak ada kendala. Ketepatan waktu dalam pembangunan, tentu akan membantu pertumbuhan ekonomi yang ada di Kabupaten Magelang.

Lebih lanjut, Zaenal mengapresiasi kepada para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah berhasil melaksanakan kegiatan pada APBD Tahun Anggaran 2022. Terutama dengan capaian fisik 100 persen atau bahkan melebihi itu.

Dia berharap, pencapaian tersebut agar dapat dipertahankan dan dijadikan contoh bagi OPD yang belum mencapai 100 persen. Dengan begitu, diharapkan selalu ada progres laporan setiap satu bulan sekali. Paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. "Karena di 2024 nanti sesuai RPJMD kita adalah perwujudan dari sejahtera, berdaya saing, dan amanah (sedaya amanah)," katanya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Administrasi Pembangunan Kabupaten Magelang Farida Nurul Aini menyampaikan, rakorpok dilaksanakan sebagai wujud pengendalian terpadu dalam pelaksanaan kegiatan APBD Kabupaten Magelang. Sekaligus mengevaluasi kinerja kegiatan sampai dengan akhir tahun anggaran 2022.

Selain itu, juga untuk mengidentifikasi kendala, masalah, dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan. "Sebagai forum komunikasi dan koordinasi untuk mengupayakan solusi atas permasalahan," sebutnya. (aya/pra) Editor : Editor Content
#Magelang