Bupati Magelang Zaenal Arifin menuturkan, persoalan-persoalan yang menghambat jalannya realisasi pembangunan harus diminimalisir. Agar pada tahun anggaran kali ini, realisasi fisik maupun belanja dapat dicapai lebih baik lagi.
Rapat koordinasi pengendalian operasional kegiatan (rakorpok) terpadu ini memberikan gambaran kinerja pelaksanaan kegiatan pembangunan daerah. "Yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun non APBD," ujarnya di Ruang Bina Karya, Setda Kabupaten Magelang, Kamis (26/1).
Zaenal juga menekankan, agar sepuluh prioritas pembangunan di wilayahnya dapat berjalan dengan baik dan tidak ada kendala. Ketepatan waktu dalam pembangunan, tentu akan membantu pertumbuhan ekonomi yang ada di Kabupaten Magelang.
Lebih lanjut, Zaenal mengapresiasi kepada para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah berhasil melaksanakan kegiatan pada APBD Tahun Anggaran 2022. Terutama dengan capaian fisik 100 persen atau bahkan melebihi itu.
Dia berharap, pencapaian tersebut agar dapat dipertahankan dan dijadikan contoh bagi OPD yang belum mencapai 100 persen. Dengan begitu, diharapkan selalu ada progres laporan setiap satu bulan sekali. Paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. "Karena di 2024 nanti sesuai RPJMD kita adalah perwujudan dari sejahtera, berdaya saing, dan amanah (sedaya amanah)," katanya.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Administrasi Pembangunan Kabupaten Magelang Farida Nurul Aini menyampaikan, rakorpok dilaksanakan sebagai wujud pengendalian terpadu dalam pelaksanaan kegiatan APBD Kabupaten Magelang. Sekaligus mengevaluasi kinerja kegiatan sampai dengan akhir tahun anggaran 2022.
Selain itu, juga untuk mengidentifikasi kendala, masalah, dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan. "Sebagai forum komunikasi dan koordinasi untuk mengupayakan solusi atas permasalahan," sebutnya. (aya/pra) Editor : Editor Content