Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan, pemkab terus berkomitmen mendukung tumbuh kembang UMKM melalui penyertaan anggaran. Fasilitasi pembelian produk lokal merupakan bentuk keterlibatan pemerintah menuju pelaku UMKM naik kelas. “Kami ingin membiasakan diri mencintai produk local, sekaligus untuk memberdayakan masyarakat sekitar,” terang Bupati saat menggelar silaturahmi bersama pelaku UMKM dan PKL di Pendopo Kabumian, Selasa (3/5).
Arif menjelaskan, pembelian produk UMKM ini dibagi menjadi dua tahap. Yakni melibatkan unsur OPD dan pembelian dilakukan langsung oleh bupati. Dari unsur OPD sendiri jumlah pembelian senilai Rp 157,7 juta untuk 780 paket tersedia. OPD yang membeli produk UMKM terdiri dari 54 dinas, tiga rumah sakit dan sejumlah perbankan serta lembaga swasta BUMN. Parcel lebaran ini lantas dibagikan untuk staf, pegawai dan masyarakat. “Dari saya kemarin produk UMKM kita beli senilai Rp 300 juta untuk 1.500 paket lebaran. Jadi total penyerapannya ada sekitar Rp 457 juta,” ujar Bupati.
Pembelian produk UMKM dari Bupati selanjutnya dibagikan kepada guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, alim ulama, PKK, dan masyarakat lain. Setiap paket yang dibagikan senilai harga Rp 200 ribu. Bupati bersyukur, pada perayaan lebaran tahun ini pihaknya bisa menyerap produk UMKM bahkan sampai kehabisan barang. “Alhamdulillah kemarin produk UMKM yang kami beli sampai kehabisan, stoknya sudah tidak ada lagi. Menjadi berkah untuk kita semua,” terangnya.
Sementara itu, pelaku UMKM Rifa Sari Dewi mengaku senang produknya laris terjual dari adanya program fasilitasi pemkab. Lebih dari itu, keterserapan produk UMKM oleh pemkab diharapkan menjadi ajang promosi kepada masyarakat luas. “Alhamdulillah ya merasa kebantu banget, karena sebelumnya belum pernah ada bupati beli produk UMKM untuk parcel lebaran,” ucapnya.
Rifa merupakan pengrajin sirup jahe kelor dari Desa Jetis, Kutosari. Ia mulai merintis usaha tersebut sejak dua tahun lalu. Dalam sehari ia mampu memproduksi 100 botol, untuk setiap botolnya dijual seharga Rp 30 ribu.
Kedepan, Rifa berharap ada dukungan pemerintah berupa bantuan alat untuk meningkatkan kuantitas produksi. “Pemerintah bisa membantu mesin peras, karena masih manual pakai tangan. Kami ingin maju. Jadi mohon pemerintah bisa bantu,” jelasnya. (fid/pra) Editor : Editor Content