Bagaimana dengan car free day (CFD) atau hari bebas kendaraan di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo, Purworejo?. Terhitung sejak adanya Covid-19, aktivitas minggu pagi itu ditiadakan. Tepatnya di 22 Maret 2020.
Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DinKUKMP) Purworejo, Sri Wahjuningsih mengungkapkan jika rencana pembukaan aktivitas itu lagi dipastikan tidak dalam waktu dekat. Apalagi ada edaran dari PemprovJawa Tengah untuk meniadakan kegiatan yang dimungkinkan menimbulkan kerumunan. "Sampai saat ini belum tahu, kapan CFD akan dibuka lagi. Karena kebijakan itu tidak hanya kami yang memutuskan, ada tim khusus," tutur Sri Wahjuningsih saat ditemui di kantornya, Jumat (19/6).
Perempuan yang biasa disapa Titut ini mengungkapkan, setidaknya dalam tim meliputi beberapa organsiasi perangkat daerah. Di antaranya ada dari unsur Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Dinas Pariwisata dan Kebuadyaan, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta dari Din KUKMP sendiri. "Jadi nanti untuk memutuskan akan dibuka lagi itu akan dilakukan pembahasan dalam rapat gabungan tim itu," imbuh Titut.
Kepala Seksi Kelembagaan Din KUKMP Purworejo, Nurhadi Trionggo menambahkan, harapan para pedagang untuk kembali berkegiatan di sepanjang jalan Mayjen Sutoyo itu memang ada. Setidaknya ada beberapa pedagang yang langsung mendatangi kantornya untuk mengkonfirmasi hal tersebut. "Sudah ada yang datang ke kami. Tapi kami memberikan jawaban jika situasi belum memungkinkan. Ditambah sekarang ada edaran dari Provinsi untuk meniadakan kegiatan yang bisa memicu kerumunan itu," tutur Trionggo.
Pihaknya sendiri sepakat dengan kebijakan itu. Berdasarkan pengalaman selama ini, aktivitias Minggu pagi itu tidak hanya dimanfaatkan oleh warga Purworejo saja. "Banyak warga luar kota yang datang. Dari pedagangnya sendiri juga ada yang dari luar kota, seperti penjual bunga-bunga itu," tambahnya.
Dia menyebut total pedagang yang biasa mangkal di CFD tercatat ada sekitar 400 orang. Itu sesuai hasil pendataan di September 2019. Namun di lapangan sendiri, Onggo menyebut jumlahnya hingga aktivitas terakhir mencapai sekitar 429 orang. "Dari total itu, sekitar 35 orang berasal dari luar kota," tambah Onggo. (udi/pra) Editor : Editor Content