Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dua Wakil Purworejo Dapat Penghargaan Provinsi

Editor News • Senin, 29 Juli 2019 | 21:28 WIB
MENINGKAT: Kabid Pengembangan Kapasitas dan Promosi Dinparbud Dyah Woro bersama pokdarwis dan dewan juri dalam Jambore Apresiasi dan Konvensi Pokdarwis tingkat Jateng di Purbalingga, Minggu (28/7). (BUDI AGUNG/RADAR JOGJA)
MENINGKAT: Kabid Pengembangan Kapasitas dan Promosi Dinparbud Dyah Woro bersama pokdarwis dan dewan juri dalam Jambore Apresiasi dan Konvensi Pokdarwis tingkat Jateng di Purbalingga, Minggu (28/7). (BUDI AGUNG/RADAR JOGJA)
PURWOREJO - Dua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Purworejo berhasil menorehkan namanya dalam ajang Jambore Apresiasi dan Konvensi Pokdarwis tingkat Jawa Tengah di Serang, Purbalingga, Minggu (28/7). Keduanya adalah Pokdarwis Jayakatwang Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, dan Pokdarwis WR Soepratman, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing.

Jayakatkwang berhasil menempati peringkat kedua untuk apresiasi Pokdarwis dan berhak membawa pulang uang pembinaan senilai Rp 4 juta. Sedangkan Pokdarwis WR Soepratman di posisi harapan III dan mendapat uang pembinaan senilai Rp 1,5 juta.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dindikpora) Purworejo Dyah Woro Setyaningsih mengatakan, keberhasilan Jayakatwang ini memberikan catatan menarik bagi pembinaan pokdarwis di Kabupaten Purworejo. Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, hanya ada 15 pokdarwis yang bisa berlaga dalam Jambore Pokdarwis Jateng yang digelar sejak Jumat (26/7) hingga Minggu.

“Tahun lalu Jayakatwang sudah bisa menunjukkan presatasinya dengan menempati peringkat ketiga. Tahun ini lebih baik lagi karena bisa dapat nomor dua,” tutur Woro.

Ia menyebut ke-15 pokdarwis yang masuk nominasi lomba apresiasi itu, di antaranya, Pokdarwis Jamalsari dan Pokdarwis Pandanaran (Kota Semarang), Pokdarwis Rukun Santoso, Desa Wisata Lerep (Kabupaten Semarang), dan Gapura Makmur (Kudus). Kemudian Pokdarwis Kelurahan Kauman (Solo), Padie Mas dan Guyub Rukun (Boyolali), Nirwana Sunrise (Kabupaten Magelang), Jayakatwang (Purworejo), Mukti Marandesa dan Sumbermadu (Kebumen), Genta Wisata (Cilacap), Cempaka (Kabupaten Tegal), serta Pokdarwis Bombat dan Arumsari (Batang).

“Proses penilaian ini cukup panjang. Dimulai dari pokdarwis yang mengajukan semacam kuisioner ke pantia. Oleh panitia kemudian dilakukan penilaian untuk menentukan siapa saja yang masuk nominasi,”  tambah Woro.

 

Tim juri turun ke lapangan untuk melakukan penilaian dan pencocokan data ke lapangan. Penilaian dilakukan dengan memberitahukan kepada pokdarwis hanya sekitar dua jam sebelum sampai ke lokasi.

“Kalau tidak siap, ya tidak siap, tidak bisa apa-apa. Jayakatwang secara kelembagaan selama ini memang yang paling siap di Purworejo,” tambahnya.

Woro berharap prestasi yang diraih Jayakatwang dan WR Soepratman akan bisa melecut pokdarwis yang lain untuk melakukan penataan administrasi. Karena hal itu penting juga selain keunggulan destinasi yang dimiliki.  “Destinasi siap dan kelembagaan menjadi kekuatan wisata yang dikembangkan oleh pokdarwis,” katanya. (udi/laz/er) Editor : Editor News
#Pokdarwis Jayakatwang #WR Soepratman