Mengenakan pakaian adat Jawa, warga antusias mengikuti kirab gunungan menempuh rute satu kilometer. Mulai dari Pasar Ngawung hingga Balai Desa Kaliagung. Tiga gunungan terbuat dari hasil bumi, apem dan teh poci diarak keliling desa.
"Kirab ini merupakan adat warisan leluhur agar generasi muda bisa melestarikan," kata Kepala Desa Kaliagung Suwito.
Kirab gunungan apem merupakan adat Keraton Jogjakarta yang sering dilaksanakan saat Nyadran Agung di Keraton Jogja. Maknanya sebagai wujud syukur kepada Tuhan. Sedikitnya seribu apem di gunungan diarak dan diperebutkan usai doa. Warga berdesakan memperebutkan isi gunungan karena dipercaya memberikan berkah.
"Apem diartikan rasa syukur karena diberi kesehatan dan rezeki berlimpah. Kami hanya meniru dan melestarikan budaya keraton," kata Suwito.
Peringatan hari jadi Kaliagung juga diisi pentas wayang kulit, ketoprak Mataram serta jatilan. Ada juga lomba senam hingga melukis wayang. Kegiatan tersebut bisa meningkatkan rasa cinta terhadap desa.
"Bertema gumregah nata desa (bangkit menata desa) diharapkan masyarakat bergotong royong membangun desa," kata Suwito. Salah seorang warga, Muhammad Toil, 25, berharap acara itu diagendakan rutin tiap tahun.
"Saya bangga bisa andil dalam acara ini meskipun hanya peserta kirab," kata Toil. (tom/iwa/mar) Editor : Editor News