Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

3.360 Besek Disusun Menjadi Pohon Natal Raksasa

Editor News • Senin, 26 Desember 2016 | 14:45 WIB
Photo
Photo

Cara Beda Orang Muda Katolik Santa Perawan Maria Meriahkan Natal


Pohon Natal senantiasa melengkapi perayaan Natal. Lazimnya, pohon yang dipakai adalah cemara. Namun apa jadinya kalau pohonnya adalah anyaman bambu berupa besek yang disusun sedemikian rupa.


BUDI AGUNG, Purworejo

RATUSAN warga Katolik mengabadikan diri dengan latar belakang Pohon Natal raksasa, kemarin (25/12). Kebahagiaan dan senyuman warga yang terlihat ber-selfie di depan pohon raksasa itu men-jadi kepuasan bagi Orang Muda Katolik (OMK) Gereja Santa Perawan Maria Purworejo.


Sebab, hal itu sebagai bentuk penghor-matan atas kerja keras mereka dalam me-meriahkan Natal tahun ini. "Melihat me-reka bergerak ke pohon Natal itu, kami sudah sangat senang," kata pendamping OMK Gregorius Istas Pratomo Adi, 25.


Ya, rasa bangga itu layak dirasakan oleh OMK sebagai anak-anak muda yang ingin mengambil peran dalam perayaan Natal. Mereka ingin ada yang berbeda dibanding perayaan sebelumnya. Para tahun-tahun lalu, OMK hanya membantu membuat taman kecil di dekat altar misa saja

"Pohon Natal besek ini men-jadi opsi ketiga kami. Sebelum-nya kami berpikir membuat pohon dari kain atau botol bekas. Tapi menurut kami itu sudah biasa," kata lelaki yang akrab disapa Istas ini.


Memiliki tinggi 11 meter, besek yang disusun melingkar dari bawah dan mengerucut hingga puncak menghabiskan 3.360 besek. Jumlah ini membengkak dari rencana awal yang hanya 2.000 besek saja.


"Ketinggiannya tidak seperti itu. Awalnya hanya setinggi pohon cemara di samping parkiran itu. Sekitar empat meteran," kata war-ga Kelurahan Sindurjan, Kecama-tan/Kabupaten Purworejo ini.


Namun, karena empat bambu sebagai batang pohon Natal memiliki panjang 13 meter. Me-reka merasa sayang jika harus memotongnya. Akhirnya dise-pakati, dua meter dibenamkan ke tanah dan sisanya sebagai batang pohon.


"Ternyata bukan pekerjaan yang gampang. Kami mengera-hkan sedikitnya 10 pekerja dari luar dan dibantu semua ang-gota OMK. Butuh waktu hingga 10 hari untuk bisa jadi seperti itu," katanya.


Saat mendatangkan besek juga bukan masalah mudah. Dibeli dari perajin di wilayah Bener yang berjarak 20 kilome-ter dari lokasi gereja. Anggota OMK harus berjuang menakluk-kan medan terjal. Sebab, mobil tidak bisa masuk ke lokasi se-hingga harus diangkut dengan kendaraan roda dua.


"Kami naik turun membawa besek hingga ke gereja meng-gunakan motor. Was-was juga karena kondisi jalan yang mem-butuhkan pengendara bernyali besar," ungkapnya.


Disinggung mengenai filosofi besek sendiri sebagai media, Istas menyatakan, jika besek bagi ma-syarakat Jawa Tengah adalah tempat membawa berkat atau makanan yang telah didoakan.


"Besek sekarang banyak diting-galkan dan diganti yang instan. Selain tetap nguri-uri produksi lokal, kami juga berharap berkah dari Tuhan atas semuanya," ungkap Istas.


Ketua OMK Verena Andini, 15, mengaku pohon Natal besek akan tetap berdiri menerangi sekitar gereja dengan lampu warna-warninya hingga 7 Januari 2017 nanti seiring berakhirnya Natal.


"Seperti bintang yang kami tempatkan di bagian puncaknya. Kami berharap langkah kecil ini akan terus memberikan kemilau bagi OMK ini untuk tetap me-langkah ke depan," kata Andini yang masih duduk di bangku SMP ini. (ila/ong) Editor : Editor News

#pohon natal #Natal #pohon natal dari besek #Purworejo