PERBANYAK RTH: Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina saat melakukan penanaman pohon dalam rangka Hari Bumi di Taman Kyai Langgeng, Kota Magelang, kemarin (22/4).
MAGELANG - Sejumlah daerah di Jawa Tengah telah menerapkan 30 persen luas wilayahnya menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Begitu juga Kota Magelang, penanaman pohon dipusatkan di Taman Kyai Langgeng (TKL) kemarin (22/4).
"Namun ketersedian ruang terbuka hijau sebesar 30 persen dari luas wilayah itu tidak merata karena beberapa faktor," ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jateng Bowo Suryoko di sela-sela penanaman pohon ini.
Bowo juga mengatakan penghijauan ini bertepatan dengan Hari Bumi. Ini juga merupakan suatu bentuk pemanfaatan lahan pada suatu kawasan yang diperuntukkan untuk penghijauan tanaman.
"RTH yang ideal yakni 40 persen dari luas wilayah dan pemanfaatannya sebagai sarana lingkungan. Selain itu untuk perlindungan habitat tertentu dan meningkatkan kualitas atmosfer serta menunjang kelestarian air dan tanah," katanya.
Bowo menjelaskan untuk meningkatkan RTH, Pemprov Jateng setiap tahun melakukan penanaman di sejumlah kawasan untuk lahan penghijauan dengan aneka macam pepohonan. Meskipun setiap tahun menanam 110 juta pohon, itu belum bisa mencapai 42 persen ketersediaan RTH.
Pada kesempatan itu, Dinas Kehutanan memberikan bantuan kepada TKL berupa 200 pohon yang terdiri atas 50 spesies langka. Seperti pohon gowok, bunga kanthil, manggis dan lainnya.
Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina mengapresiasi bantuan bibit tanaman langka untuk Taman Kyai Langgeng. Selain menambah koleksi tanaman langka, juga menambah RTH khususnya di Kota Sejuta Bunga ini.
"Saat ini di Taman Kyai Langgeng telah ada sekitar 123 spesies tanaman langka. Diharapkan bantuan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jateng ini bisa menambah koleksi tanaman langka di sini," tandas Windarti. (cr1/laz) Editor : Administrator