Namun saat berjalan di trotoar itu, kaki kirinya merasakan nyeri hingga terjatuh dan tidak bisa berjalan lagi. "Saya mendengar suara seperti tembakan, dan ternyata mengenai kaki sebelah kiri saya. Saya langsung saya ke ke rumah sakit," ujarnya.
Rini berharap, kepolisian segera mengungkap pelaku yang melakukan aksi penembakan itu. Kejadian yang dialaminya itu menjadiikan rasa takut. Terutama saat pulang kerja, ia terus meningkatkan kewaspadaan. "Sekarang masih terasa nyeri, dan bengkak. Kadang merasa panas," ujar karyawan Toko Jodo ini.
Kejadian serupa juga dialami Khotimah, 20, warga Kalijambe, Purworejo, yang juga karyawan Atlanta. Ia mengaku terkena tembakan di paha kanan pada Sabtu (16/4), sekitar pukul 21.00. "Saat berjalan saya mendengar suara mak cethuk, terus paha terasa nyeri, lalu berdarah," katanya.
Korban terkena tembak kali pertama dialami karyawan Toko Jaya, Maya Sulistiana, 20, warga Transan, Bandongan, Kabupaten Magelang. Ketika itu Rabu (6/4) sekitar pukul 21.00 WIB. Usai menutup tokonya, kemudian berjalan untuk pulang, tiba-tiba merasakan sakit di tangan kanannya.
"Setelah kejadian tembakan, kemudian ditemukan peluru bentuknya runcing. Lukanya juga masih ada," ujarnya, saat ditemui di tokonya.
Setelah kejadian itu, ia disarankan untuk melakukan visum oleh pemilik toko. Selang beberapa hari, rekan dari toko yang sama, Retnowati, 19, saat akan pulang juga kena aksi serupa di bagian paha sebelah kanan.
"Malah kalau Mbak Wati, celana jeans yang dipakainya sampai sobek dan kakinya mengeluarkan darah. Mbak Wati kena pada 9 April," tutur Maya.
Korban berharap kejadian ini tidak terus berlanjut. Ia mengaku penembakan ini sangat meresahkan masyarakat. "Semoga pak polisi segera menangkap pelaku penembakan. Biar Kota Magelang aman lagi," tandasnya. (cr1/laz) Editor : Administrator