MENGUNTUNGKAN: Kabid Produksi Dispertan Jateng Nuswantoro bersama Wakil Bupati Yuli Hastuti dan Dandim 0708 Purworejo Letkol Czi Tommy Arief memanen benih padi di Desa Lugu, Kecamatan Butuh, Purworejo, kemarin (7/4)
PURWOREJO-Dua desa di Kabupaten Purworejo, yakni Desa Seborokrapyak, Banyuurip dan Desa Lugu, Butuh
menjadi bagian dari 53 desa di Indonesia yang ditunjuk mengikuti Program Seribu Desa Mandiri Benih (SDMB).
Keberadaan desa-desa ini diharapkan akan turut menopang kebutuhan benih padi di Jawa Tengah. Sebab, selama ini Jawa Tengah masih kekurangan benih padi untuk
mencukup kebutuhan area tanam seluas 1,8 hektare. Setiap musim tanam, kebutuhannya mencapai 45 ribu ton benih. "Pemerintah mendorong agar kelompok tani bisa memproduksi benih secara mandiri," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian
Jawa Tengah Nuswantoro usai panen benih padi di Desa Lugu, Butuh kemarin (7/4).
Dalam program SDBM, kelompok tani didorong untuk menanam dan mengembangkan padi varietas unggulan dan cocok di daerahnya. Sedangkan benihnya nanti bisa diambil dan bisa diproses sertifikasinya. "Untuk proses sertifikasi, kami bekerjasama dengan perusahaan penangkar agar mau membeli dari kelompok. Lebih dari itu, benih juga untuk untuk memenuhi kebutuhan petani setempat dan desa-desa di sekitarnya," tambah Nuswantoro.
Menurutnya, dibandingkan harga gabah untuk konsumsi, harga jual
benih lebih mahal. Sehingga sangat menguntungkan petani penangkar. Meski
demikian, petani harus telaten dan jeli agar benih yang dihasilkan sesuai dengan standar Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB).
Kepala Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo Dri Sumarno mengatakan, Purworejo mendapat bantuan dari Pemprov Jateng berupa gudang dan peralatan untuk memroses gabah. (cr2/din/ong) Editor : Administrator