KEMAKMURAN NUSANTARA: Puluhan spiritualis, pemerhati budaya, dan seniman mengeliling Candi Borobudur sebanyak tujuh kali saat laku ritual Pradaksina.
Puluhan Spiritualis, Pemerhati, dan Seniman Laku Ritual Pindapata
Laku ritual dilakukan puluhan spiritualis, pemerhati budaya dan seniman. Tujuannya, membuka atmosfer kemakmuran Nusantara. Terutama di kabupaten dan Kota Magelang. Seperti apa laporannya, berikut ini tulisannya.
FRIETQI SURYAWAN, Mungkid
LAKU ritual yang dilakukan rombongan ini adalah Pradaksina, yaitu berkeliling Candi Borobudur. Ini dilakukan pada Rabu petang (15/10).Pradaksina merupakan bentuk peng-hormatan tertinggi pada Yang Maha Kuasa dengan media Candi Borobudur sebagai satu dari tujuh pusat energi di bumi. "Candi Borobudur diyakini sebagai Cakra Mandala Bumi atau satu dari tujuh pusat energi terkuat di bumi. Kami lakukan Pradaksina sebanyak tujuh kali sambil berdoa meminta pengembalian kemakmuran Nusantara," kata Koordinator aksi, Agung Nugroho.
Prosesi ritual pradaksina dikawal petugas keamanan Candi Borobudur. Mereka berkeliling candi sebanyak tujuh kali dengan posisi tangan di dada, dipimpin Detik Wicaksana dan Christina Fong. Di akhir ritual, mereka melakukan doa dan sembahyang. Selama pradaksina, mereka mengambil energi positif dari situs warisan dunia ini. Energi ini kemudian dipancarkan ke langit melalui ritual di atas puncak Gunung Tidar
"Aksi ini juga sebagai bentuk nagih janji dari Mahapatih Gadjah Mada bahwa, Nusantara akan kembali makmur setelah di-pimpin tujuh raja atau pe mimpin selama 700 tahun.Saat ini, Indonesia bakal dipimpin oleh presiden ke-7, Joko Widodo yang kami harap-kan janji itu akan terwujud," tutur pria yangakrab disapa Begawan Prabu.
Detik Wicaksana menambahkan, pradaksina dilakukan sebagai upaya menyambut era baru bangsa Indonesia. Lebih jauh, untuk membuka pintu kejayaan Nusantara dengan dilandasi pe-mimpin yang benar-benar pe-ngayom rakyat dan penyeimbang kekuatan alam.
"Saat ini rakyat merasa pe-mimpin mereka tidak lagi se bagai pengayom. Sehingga, yang ter-jadi adalah memberontak atau menggugat kepemimpinan yang tidak pro-rakyat. Kami ingin semua itu berbalik ke cita-cita nenek moyang dulu, Nusantara akan kembali jaya," jelasnya.
Menurut rencana, ritual yang juga pernah dilakukan di Candi Sewu dan Candi Wukir akan digelar rutin setiap bulan. Ha-rapannya, bangsa Indonesia benar-benar makmur dan Nu-santara kembali berjaya. Lebih jauh Agung menjelaskan, pada prasasti Canggal yang di-temukan di area Candi Wukir, Kecamatan Ngluwar, Magelang disebutkan, ada pulau bernama Java yang didalamnya terdapat daerah yang makmur. Daerah itu diyakini merupakan wilayah Magelang dengan lima gunung di sekitarnya.
Selain makmur, daerah itu juga dipimpin seorang pe mimpin yang benar-benar mengayomi rakyatnya. Sehingga, rakyat dengan ikhlas mengabdi, ka-rena terlindungi. Ibarat kata, rakyat tidur di pinggir jalan pun tidak khawatir terhadap aksi kriminal.
Apa yang disebutkan dalam prasasti itu diyakini para spiri-tualis, pemerhati budaya, dan seniman Magelang akan terwujud di Magelang. Bahkan, lebih luas lagi terwujud di Nusantara, wilayah yang tidak hanya meliputi Indo-nesia. Tetapi juga beberapa negara tetangga. (*/hes/ong) Editor : Administrator