AJAK KEBAIKAN: Para murid SMPN 1 mendatangi masyarakat sembari membagikan stiker berisi ajakan meningkatkan budaya antre.
MAGELANG-Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyampai-kan ide atau pesan sosial pada orang lain. Di antaranya, terjun langsung berinteraksi dengan masyarakat. Seperti yang dilakukan beberapa kelompok siswa-siswi Kelas VIII SMP Negeri 1 Magelang dengan mengikuti social activity di kawa-san Alun-Alun Kota Magelang, kemarin (14/10).
Mereka membagikan stiker berisi ajakan kembali menerapkan "Budaya Antre. " Para siswa ter-bagi dalam beberapa kelompok kecil, 4 sampai 5 orang.Para siswa menyebar di bebe rapa titik-titik keramaian. Di antaranya, seputaran tenda kuliner Tuin Van Java, Trio Swalayan, Gardena Swalayan, Matahari Dept Store, seputaran Klenteng Liong Hok Bio Magelang, hingga Kawasan Kau-man. "Ini kegiatan rutin tahunan se-kolah. Setiap tahun, tema kampanye sosialnya berbeda. Tahun ini, kami mengangkat tema kampanye sosial soal budaya antri," kata Angel Siswanto, 13, salah satu siswa
Angel yang duduk di kelas VIII E merasa, masyarakat semakin melupakan budaya antre. Hal itu bisa dilihat dalam kese harian aktivitas masyarakat. "Banyak sekali orang yang susah diajak tertib mengantre," papar-nya.Mereka mencontohkan, saat memesan makanan di jalanan, banyak orang yang tidak sabar menunggu giliran.
"Tidak jarang, pengendara kendaraan roda empat yang akhirnya menempatkan posisi kendaraannya di jalur yang tidak seharusnya. Misal, di jalur paling kiri demi mendapat posisi yang agak ke depan. Tanpa mereka sadari, mereka menimbulkan kemacetan di jalur yang tidak seharusnya ditempati," imbuh Sanuari, siswa lainnya.Pada akhirnya, semua itu men-dorong para siswa mengangkat isu sosial dalam pesan sosial atau kampanye publik melalui stiker. Untuk memproduksi stiker ter-sebut, mereka melakukan iuran. Setiap anak patungan sebesar Rp 100 ribu untuk digunakan me-mesan stiker.
"Kami tidak hanya menyam-paikan isu sosial soal budaya antre melalui stiker saja. Sehabis ini, kami menuju beberapa sekolah dasar. Termasuk ke SLB untuk mengajak lebih banyak orang menyadari dan mau ikut mengkampanyekan budaya antrie kembali," katanya.Lewat kampanye ini, ke depan tidak lagi terdengar berita pu-luhan orang cidera, karena be-rebut kupon sembako. Atau terjadi kemacetan. Bahkan, ke-celakaan di jalan karena pengen-dara kendaraan bermotor saling serobot. (dem/hes/jiong) Editor : Administrator