FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
RIBUAN UMAT: Puncak peringatan HUT ke-43 Gereja Paroki Santa Maria Fatima dimeriahkan gelar budaya. Mulai dari kirab gunungan hasil bumi, pesta rakyat, hingga pementasan kelompok kesenian tradisional.
MAGELANG - Puncak peringatan HUT ke-43 Gereja Paroki Santa Maria Fatima Kota Magelang dimeriahkan dengan gelar budaya. Di antaranya, kirab gunungan hasil bumi, pesta rakyat, dan pementasan kelompok kesenian tradisional. Gelar budaya dihadiri ribuan umat Katolik. Mereka hadir di Gereja Paroki Santa Maria Fatima yang ada di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Magelang Utara, untuk mengikuti misa kudus. Misa syukur dipimpin Romo Bonifasius Benny Bambang Sumintarto dan Romo Rosario Sapto Nugroho. Pada kesempatan tersebut, Romo Benny memotong tumpeng tanda hari ulang tahun gereja setempat
Selanjutnya, diserahkan pada Ketua Panitia kegiatan Yohanes Sumaryono.Selain menyatakan soal rencana besar paroki untuk penataan gereja dengan lingkungannya pada masa mendatang, Romo Benny juga bersyukur atas rahmat Tuhan terhadap umat paroki setempat. "Peringatan itu meneguhkan iman umat untuk selalu me-neladani Bunda Maria. Semakin bertekun dalam karya pelayanan pada gereja, bangsa, negara, dan masyarakat, khususnya di seki-tar tempat tinggal. Hendaknya, umat membangun kehidupan secara imbang antara jasmani dan rohani," papar Romo Benny yang juga kepala Gereja Santa Maria Fatima Kota Magelang tersebut, kemarin (12/10).
Sebelum kirab, Romo Beny memberkati gunungan hasil bumi berupa palawija dan ber-bagai macam sayuran hasil per-tanian di kawasan gunung di Magelang. Gunungan hasil bumi dikirab dari dalam gereja oleh anggota peguyuban Orang Muda Katolik (OMK) Fatima menge-nakan pakaian adat Jawa. Ke-mudian, menuju halaman Gedung Panti Eka Kapti, tempat kegiatan bertajuk "Nyakruk Budaya".
Romo Sapto membuka gelar budaya dengan memimpin umat memperebutkan aneka sayuran dan palawija yang ditata me narik menjadi gunungan. Umat juga bersama-sama menyantap menu makanan tradisional.Seksi Gelar Budaya Panitia ulang tahun ke-43 Gereja Santa Maria Fatima Ricardo William Sunbio mengatakan, beberapa grup kesenian yang menggelar pementasan pada kesempatan itu dengan sambutan umat se-cara meriah.
Antara lain, Grup Krido Mudo Putro Fatima OMK mementaskan repertoar kontemporer Tarian Ndayakan Grasak, Lumaras Budaya (Stasi Petung) memen-taskan Soreng Anak, Lana Suba Tirta (Stasi Ngablak) memen-taskan Topeng Ireng, dan La-ngensari Krido Turonggo (Ke-lurahan Kedungsari, Magelang Utara) mementaskan Jathilan.Acara itu juga merayakan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober 2014. Umat bersama-sama berdoa untuk ketahanan pangan, pengembangan per tanian organik, pelestarian alam, dan kesejahteraan bersama.Gereja Paroki Santa Maria Fatima berdiri pada 11 Agustus 1971, hasil pemekaran dari induknya. Yaitu, Gereja Paroki Santo Ignasius Kota Magelang.Paroki tersebut membawahi umat yang tinggal di 11 wilayah gereja Katolik. Antara lain, Kecamatan Magelang Utara (Kota Magelang), Kecamatan Pakis, Candi Mulyo, Grabag, Ngablak, dan Secang (Kabupaten Magelang), dengan jumlah umat sekitar 2.500 orang. (dem/hes/jiong) Editor : Administrator