RADAR JOGJA - Upaya sepak bola Eropa untuk mencari kandidat guna menantang Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA tidak akan tertuju pada pemimpin klub Nasser Al-Khelaifi, hal tersebut ditegaskan oleh bos Paris Saint-Germain tersebut pada hari Selasa.
Al-Khelaifi juga menjabat sebagai ketua kelompok klub sepak bola Eropa (EFC) yang berpengaruh dan duduk di komite eksekutif UEFA.
UEFA sendiri memimpin upaya untuk melengserkan Infantino menyusul kegagalan rencananya menjual sebagian keuntungan Piala Dunia masa depan kepada investor swasta.
Baca Juga: Spanyol 4-1 Kroasia, Rekor Tak Terkalahkan La Roja Menjadi 40 saat Lamine Yamal Brace
Sebagai menteri di pemerintahan Qatar, Al-Khelaifi sebenarnya memiliki daya tarik kuat bagi para pemilih FIFA di Asia.
Namun, ia segera menepis spekulasi bahwa dirinya mungkin akan mencoba memimpin badan sepak bola dunia tersebut.
"Saya sama sekali tidak berminat pada FIFA. Tidak ada agenda atau ambisi untuk berada di sana," ujar Al-Khelaifi dalam konferensi pers usai pertemuan tahunan EFC di Kopenhagen, ibu kota Denmark.
Baca Juga: Ceko 0-2 Inggris, Harry Kane dan Anthony Gordon Kompak Cetak Gol
"Saya rasa saya bukan orang yang tepat untuk posisi ini dan saya juga tidak ingin menjabatnya. Saya menikmati apa yang sedang saya kerjakan saat ini," imbuhnya.
"Menurut saya, FIFA bukan tempat bagi saya. Terima kasih," jelasnya.
Pertemuan tahunan organisasi yang beranggotakan 900 klub ini berlangsung di tengah situasi politik sepak bola dan masa depan Infantino yang penuh ketidakpastian.
Baca Juga: Merasa Tidak Produktif Padahal Seharian Sibuk? Ini Penyebabnya
Pertemuan ini digelar dua bulan setelah rencana Infantino mengenai anak perusahaan FIFA bernilai miliaran dolar terungkap serta tujuh minggu menjelang batas waktu pendaftaran kandidat penantang dirinya.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin memimpin kampanye untuk mengakhiri masa jabatan Infantino, baik sebelum maupun saat pemilihan yang dijadwalkan pada 18 Maret di Maroko.
"Sepak bola tidak membutuhkan kaisar," ujar Ceferin dalam pidato berdurasi hampir 10 menit tanpa menyebut nama Infantino secara langsung.
Baca Juga: Bentuk Kepedulian, Dapur MBG di Kebumen Droping 4.000 Liter Air Bersih
Berbagai rencana besar Infantino sejak terpilih pertama kali pada 2016 kerap dipandang sebagai ancaman oleh mantan atasannya di UEFA.
Pernyataan Ceferin, termasuk soal pemberian penghargaan kepada seorang politisi, jelas ditujukan kepada Infantino dan hubungan kerja eratnya dengan Presiden AS Donald Trump.
"Sudah saatnya kita berkata cukup," ujar Ceferin.
Baca Juga: Bosan Sambal Biasa? Yuk, Coba Sambal Nanas Pedas Manis yang Menggugah Selera, Resepnya ada di Sini!
"Aturan diubah-ubah saat dianggap tidak menguntungkan. Pihak-pihak yang seharusnya memiliki suara justru disingkirkan begitu saja. Dan masa depan sepak bola hanya diperlakukan sebagai alat tawar-menawar," tegasnya.
Seperti halnya Infantino, Ceferin terpilih pada tahun 2016 dan ia juga berpeluang mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat sekaligus terakhir tahun depan.
"Sepak bola membutuhkan pemimpin hebat seperti Anda," kata Al-Khelaifi mengenai Ceferin dalam pidatonya.
Baca Juga: Supaya Tak Digunakan Lagi, Kejari Magelang Musnahkan Sabu 488,5 Gram hingga Puluhan Sajam
"kami meminta Anda untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden tahun depan," pungkasnya.
Ceferin, yang pada tahun 2024 menyatakan akan mengakhiri masa jabatannya pada tahun 2027, kemungkinan besar tidak akan menghadapi pesaing dalam pemungutan suara UEFA yang melibatkan 55 federasi anggota, yang dijadwalkan berlangsung pada bulan April di Astana, Kazakhstan.
Editor : Satria Putra Sejati