RADAR JOGJA - Paris Saint-Germain memenangkan UEFA Super Cup untuk tahun kedua berturut-turut dengan mengalahkan Aston Villa 2-1 pada Kamis (13/8) dini hari, berkat gol babak kedua dari Desire Doue dalam laga pembuka musim sepak bola Eropa yang digelar setiap tahun ini.
Gol Doue pada menit ke-61, yang dicetak setelah ia berlari menyambut operan Ousmane Dembele, awalnya dianulir karena offside, namun akhirnya disahkan setelah melalui tinjauan VAR.
Gol pembuka hasil tembakan keras Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-20 sempat disamakan kedudukannya oleh tendangan voli Brian Madjo, seorang penyerang berusia 17 tahun yang menjalani debut kompetitifnya bagi Villa, hanya beberapa hari setelah mendapat izin bermain menyusul sengketa pendaftaran pemain dengan FIFA.
Ini adalah trofi pertama dari kemungkinan enam gelar yang bisa diraih PSG musim ini dimana Les Parisiens menjadi tim pertama yang memenangkan gelar Super Cup secara berturut-turut sejak Real Madrid (2016 dan 2017).
Baca Juga: Bukan Arne Slot, Belanda Tunjuk Xavi Hernandez sebagai Pelatih Kepala hingga Piala Dunia 2030
"Kami tahu sebelum pertandingan dimulai bahwa laga ini akan berjalan sulit," ujar pelatih PSG, Luis Enrique.
"Namun, kami mampu bermain seperti itu karena para pemain saya menunjukkan kualitas dan karakter mereka yang sesungguhnya. Kondisi fisik kami mungkin belum dalam performa terbaik, tetapi sekali lagi, ini adalah bukti nyata dari DNA kami dan dukungan para penggemar yang telah membantu kami memenangkan trofi serta menjaga standar tinggi," imbuhnya.
Super Cup adalah pertandingan tahunan di awal musim yang mempertemukan juara Liga Champions (PSG) dan juara Liga Eropa (Villa) edisi terakhir.
Pertandingan yang berlangsung di Salzburg, Austria, ini dipimpin oleh wasit Omar Artan asal Somalia. Sebelumnya, Artan sempat dilarang oleh Amerika Serikat untuk memimpin pertandingan Piala Dunia akibat kekhawatiran terkait pemeriksaan latar belakang.
Baca Juga: Poffen Jogja Punya Rollcake Mocha Ovomaltine, Bolu Lembut dengan Sensasi Crunchy yang Bikin Nagih
Pihak berwenang AS mengklaim Artan memiliki hubungan dengan organisasi teroris, meskipun tanpa menyertakan bukti.
UEFA merespons situasi tersebut dengan menunjuk Artan untuk memimpin laga Super Cup. Langkah ini merupakan bentuk unjuk kekuatan dari badan sepak bola Eropa tersebut di tengah hubungan yang kian renggang dengan FIFA.
Setelah memenangkan lima gelar musim lalu, PSG kembali berburu trofi dan berpeluang meraih gelar kedua di musim 2026-27 saat menghadapi Lens dalam ajang Trophee des Champions pada awal pekan besok. Pertandingan tersebut mempertemukan juara liga dan juara piala domestik Prancis musim lalu.
Doue adalah salah satu pemain PSG yang baru kembali berlatih pada awal pekan setelah Piala Dunia, namun ia dipercaya tampil sejak awal oleh Luis Enrique dan akhirnya menjadi penentu kemenangan.
Baca Juga: Ekonomi Kreatif Terus Tumbuh, DPRD Kebumen Dorong Perda dengan Pendekatan Hexahelix
Penyerang berusia 21 tahun itu berlari tanpa gangguan setelah menerima umpan Dembele di belakang lini pertahanan Villa, lalu melepaskan tembakan melengkung kaki kiri ke sudut jauh gawang. Sempat ada sinyal offside, namun pemeriksaan VAR menunjukkan bahwa bek kanan Villa, Matty Cash, membuat posisi Doue tetap onside.
Wasit Artan mengesahkan gol tersebut setelah peninjauan, dan Doue merayakannya dengan penuh kegembiraan.
"Mentalitas kami adalah untuk selalu menang dan tampil sekompetitif mungkin," ujar Doue.
"Kami sangat senang. Kembali dari masa liburan tentu tidak mudah, namun malam ini segalanya berjalan lancar bagi kami. Tujuan utamanya adalah memenangkan semua gelar tahun ini," jelasnya.
Baca Juga: Orang Kepercayaan Ungkap Dokumen Tercecer Ternyata Dipegang Nany Widjaja
Kvaratskhelia tampil gemilang bagi PSG di babak pertama dimana golnya sungguh memukau saat ia bergerak memotong dari sisi kiri dan melepaskan tembakan keras yang melambung masuk ke sudut dekat gawang.
Sebagai pemain Georgia pertama yang mencetak gol di Piala Super UEFA, Kvaratskhelia kini telah mengoleksi delapan gol dalam 10 pertandingan terakhirnya di kompetisi UEFA.
Debut yang mengesankan bagi remaja bernama Madjo; ia lahir di London Utara, sempat bermain dalam tiga laga persahabatan untuk Luksemburg, namun kini memutuskan untuk membela Inggris.
Madjo bergabung dengan Villa dari klub Prancis, Metz, pada bulan Januari, namun FIFA sempat memblokir pendaftarannya karena aturan transfer membatasi kepindahan internasional bagi pemain di bawah usia 18 tahun.
Baca Juga: Polemik Kadinas Pariwisata, BKN Akhirnya Turun Tangan, Arif Setiadi: Alarm bagi Baperjakat
Villa mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang dikabulkan pekan lalu, sehingga ia bisa menjalani debut klubnya sekaligus mencatatkan diri sebagai pemain termuda yang tampil dan mencetak gol di Piala Super UEFA.
Ia beberapa kali merepotkan duet bek tengah papan atas PSG, Willian Pacho dan Marquinhos, serta nyaris mencetak dua atau tiga gol sebelum akhirnya berhasil mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan voli yang menghujam bagian atas gawang menyambut umpan silang John McGinn.
Sesaat sebelumnya, Madjo berhasil melewati Pacho dan melepaskan tembakan yang membentur tiang gawang.
Ini merupakan kekalahan keempat berturut-turut di ajang Piala Super bagi manajer Villa, Unai Emery; kekalahan-kekalahan sebelumnya ia alami saat menangani Sevilla (dua kali) dan Villarreal.
Baca Juga: Baru Pertandingan Perdana, Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra: Wajar Ada Kesalahan
Editor : Satria Putra Sejati