YOGYAKARTA — Keberhasilan Timnas Spanyol menembus babak final tak hanya melambungkan nama Lamine Yamal. Di lini pertahanan La Roja, ada satu nama remaja yang tampil begitu fenomenal hingga mengundang decak kagum para legenda sepak bola dunia. Ia adalah Pau Cubarsi.
Bintang muda Barcelona berusia 19 tahun ini mendadak jadi sorotan utama berkat ketenangannya yang luar biasa di lini belakang. Alih-alih runtuh oleh tekanan mental turnamen sebesar Piala Dunia, Cubarsi justru tampil layaknya bek veteran dengan mencatatkan akurasi umpan luar biasa sebesar 98 persen (89 operan sukses dari 91 percobaan).
Ketangguhannya meredam lini serang Belgia membuat mantan striker legendaris AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, tak segan melempar pujian setinggi langit.
"Pau Cubarsi adalah Pemain Terbaik pilihan saya. Dia bertahan seperti monster, menciptakan proses gol kemenangan untuk Spanyol, dan dia baru berusia 19 tahun," cetus Ibrahimovic pasca-laga.
Langkah Awal di La Masia hingga Klausul Kontrak €500 Juta
Lahir pada 22 Januari 2007 di Estanyol, Katalonia, bakat spasial dan kemampuan membaca permainan Cubarsi sudah terendus sejak ia menimba ilmu di tim junior Girona. Pada usia 8 tahun, pemandu bakat FC Barcelona langsung memboyongnya masuk ke akademi legendaris mereka, La Masia.
Di sana, ia berkembang dengan sangat pesat. Kedewasaan taktis yang di atas rata-rata membuatnya selalu bermain di kelompok umur yang lebih tua. Momen pembuktiannya terjadi di musim 2022/2023 ketika ia mulai berlatih bersama tim senior di bawah asuhan Xavi Hernandez pada usia 15 tahun.
Debut profesionalnya tercatat pada 4 Januari 2024 di Copa del Rey, disusul penampilan debut Liga Champions yang memukau melawan Napoli. Gaya mainnya yang modern—mampu menginisiasi serangan dari bawah, melepas umpan vertikal yang presisi, serta tangguh dalam duel—membuatnya disebut-sebut sebagai suksesor ideal Gerard Pique. Sadar akan potensi emas sang pemain, Barcelona memproteksinya dengan klausul rilis fantastis senilai €500 juta (sekitar Rp8,5 triliun) demi memagari sang bek dari kejaran klub raksasa Eropa lainnya.
Tembok Masa Depan La Roja
Di level internasional, karier Cubarsi melesat seperti meteor. Setelah tampil konsisten di level klub, ia mendapat panggilan timnas senior Spanyol pada awal 2024 dan kini menjadi pilar tak tergantikan di Piala Dunia 2026.
Gaya permainan sepak bola modern yang menuntut bek tengah ikut membangun serangan (build-up) sangat cocok dengan karakter Cubarsi yang tumbuh besar mempelajari gaya bermain legendaris Pique dan Sergio Ramos.
Statistik bertahannya saat melawan Belgia menjadi bukti sahih kualitasnya: 5 sapuan, 4 duel dimenangkan, 3 kali merebut kembali bola, dan bahkan sempat melepaskan satu tembakan yang mengawali gol penentu kemenangan Spanyol yang dicetak oleh Mikel Merino pada menit ke-88.
Bagi publik Spanyol dan Barcelona, Pau Cubarsi bukan sekadar bek berbakat. Di tengah masa-masa transisi sepak bola modern, ia adalah perwujudan dari masa depan pertahanan Spanyol yang kokoh, cerdas, dan siap mendominasi panggung dunia untuk bertahun-tahun ke depan.
Editor : Bahana.