Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Van Gastel Ungkap Filosofi Bek Modern, Tak Cuma Bertahan tapi Juga Bisa Cetak Gol dan Tebar Ancaman dari Bola Mati

Fahmi Fahriza • Selasa, 14 Juli 2026 | 21:34 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 JOGJA - Di masa transisi dari BRI Super League 2025/2026 menuju musim 2026/2027, Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel mengungkap salah satu filosofi yang menjadi perhatian dalam membangun kekuatan timnya.  Bagi pelatih asal Belanda itu, seorang bek atau pemain bertahan tidak cukup hanya kuat mengawal lini pertahanan, tetapi juga harus mampu menjadi sumber gol melalui skema bola mati.

Filosofi tersebut tercermin dari kontribusi lini belakang PSIM sepanjang musim lalu. Bek tengah Franco Ramos Mingo menjadi pemain bertahan paling produktif dengan koleksi empat gol. Sementara bek kanan Raka Cahyana turut menyumbang satu gol dan dua assist. Dari sisi kreativitas, Yusaku Yamadera mencatatkan dua assist, sedangkan dua bek kiri PSIM, Dede Sapari dan Reva Adi Utama, masing-masing menyumbang satu assist.

Van Gastel menilai kontribusi pemain belakang saat menyerang merupakan salah satu aspek penting dalam sepak bola modern. Menurutnya, bek tengah harus mampu memaksimalkan keunggulan postur dan duel udara ketika menghadapi situasi bola mati.

Baca Juga: Enam Kali Disidangkan, Perkara Dugaan Pelecehan Seksual Anak di Bantul Masuki Tahap Pemeriksaan Saksi Ahli

"Saya puas dengan perkembangan para pemain bertahan. Mereka sangat penting dalam bertahan, tapi saat tim menguasai bola dan menyerang, mereka juga harus ikut," ujar Van Gastel, Selasa (14/7).

Pelatih berusia 54 tahun ini bahkan memiliki standar dan preferensi tersendiri mengenai produktivitas bek tengah selama semusim kompetisi. "Saya percaya seorang bek tengah harus bisa mencetak antara tiga sampai enam gol dari situasi bola mati, selama satu musim kompetisi," tuturnya.

Empat gol yang dibukukan Franco Ramos pada musim lalu pun dinilai telah memenuhi ekspektasi Van Gastel. Menurut mantan asisten pelatih Feyenoord itu, kontribusi gol dari bek tengah kerap menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan yang berjalan ketat.

Baca Juga: Sebelum Putusan PHI Inkrah, PT MTG Tetap Wajib Bayar Upah Pekerja 

Filosofi itu diperkirakan masih akan menjadi salah satu fondasi permainan PSIM saat menatap BRI Super League 2026/2027. Selain membangun pertahanan yang solid, Van Gastel juga berharap para pemain belakangnya mampu terus memberikan ancaman saat membantu serangan, terutama melalui skema bola mati. "Mereka harus disiplin dan bertanggungjawab, melakukan duel dan memaksimalkan setiap bola mati," tegasnya. (iza/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Van Gastel #BRI Super League 2025/2026 #pemain #PSIM Jogja