RADAR JOGJA - Presiden Abdel Fattah El-Sisi berterima kasih kepada tim nasional sepak bola Mesir atas pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dan penampilan yang terhormat di Piala Dunia 2026.
The Pharaohs dipaksa angkat koper setelah kekalahan dari Argentina di babak 16 besar dengan skor 2-3 pada Selasa (7/7) malam.
"Terima kasih kepada para pahlawan tim nasional sepak bola atas penampilan terhormat dan atas pencapaian tonggak sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola Mesir," kata El-Sisi.
Baca Juga: Berpisah dengan Real Madrid, Alvaro Arbeloa Menjadi Pelatih Baru Fulham
"Kami bangga kepada Anda dan pencapaian Anda, dan masa depan akan membawa hal-hal yang lebih baik lagi bagi Anda, Insya Allah," imbuhnya.
Mesir memulai laga di Atlanta Stadium dengan gemilang saat Yasser Ibrahim mencetak gol pembuka, dimana keunggulan tersebut bertahan hingga jeda karena eksekusi penalti Lionel Messi mampu digagalkan Mostafa Shobeir.
Bahkan di babak kedua, Mostafa Ziko menggandakan keunggulan Mesir menjadi 2-0 pada menit ke-67, meskipun gol sebelumnya dianulir.
Setelahnya, tembok kokoh Mesir sirna dalam empat menit dimana Cristian Romero dan Messi mencetak gol dalam kurun waktu empat menit untuk menyamakan kedudukan.
Enzo Fernandez tampil sebagai pahlawan La Albiceleste untuk memastikan kemenangan dengan gol di menit akhir laga.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit dalam kekalahan tersebut.
Baca Juga: Masih Nganggur Tak Punya Klub, Arne Slot Berpeluang Reuni dengan Virgil van Dijk di Timnas Belanda
Hassan menilai timnya menjadi korban sejumlah keputusan kontroversial yang berpengaruh besar terhadap hasil akhir pertandingan.
"Kami bermain lebih baik daripada juara bertahan dalam banyak aspek. Namun hasil pertandingan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terjadi di dalam maupun di luar lapangan," ujar Hassan.
"Mungkin mereka ingin juara bertahan tetap bertahan di turnamen. Mungkin mereka ingin Lionel Messi terus berada dalam persaingan. Dalam sepak bola, terkadang ada faktor-faktor yang melampaui aspek teknis permainan," tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati