
RADAR JOGJA - Suasana jelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Meksiko memanas. Sejumlah suporter Meksiko berkumpul di sekitar hotel tempat Timnas Inggris menginap di kawasan Santa Fe, Mexico City, pada malam sebelum pertandingan.
Mereka datang membawa drum, megafon, alat musik, hingga menyalakan kembang api sebagai bentuk dukungan kepada tim tuan rumah.
Aksi tersebut sempat memunculkan dugaan bahwa para pendukung Meksiko berupaya mengganggu waktu istirahat para pemain Inggris menjelang pertandingan yang akan digelar di Stadion Azteca.
Baca Juga: PSIM Jogja Bidik Dua Pemain Lokal; Ahmad Agung dan Indra Arya Perceka Masuk Radar Perburuan
Hotel yang ditempati skuad The Three Lions, JW Marriott Santa Fe, mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Polisi bersenjata menutup akses menuju hotel dengan pagar baja, kendaraan taktis, serta perisai antihuru-hara sehingga para suporter hanya bisa berkumpul di area jembatan yang berjarak beberapa ratus meter dari lokasi.
Meski demikian, para pendukung Meksiko tetap menciptakan suasana meriah. Mereka memainkan alat musik, memukul drum, meniup megafon, sementara sejumlah pengendara yang melintas ikut membunyikan klakson. Kembang api juga beberapa kali menghiasi langit malam di sekitar kawasan hotel.
Tim keamanan Inggris menegaskan bahwa aksi para suporter tersebut tidak memberikan dampak berarti terhadap persiapan tim. Mereka memastikan para pemain tetap dapat beristirahat dengan baik menjelang pertandingan penting melawan Meksiko.
Baca Juga: 1.087 Peserta Ikuti Forda II DIY 2026, Meliputi 18 Inorga dengan 54 Jenor
Pengamanan di sekitar hotel juga membuat akses menuju lokasi menjadi sangat terbatas. Jalan-jalan di sekitar kawasan ditutup, sementara seluruh pintu masuk pejalan kaki dijaga ketat oleh aparat keamanan. Hingga tengah malam, jumlah polisi dan awak media bahkan disebut lebih banyak dibandingkan para suporter yang hadir.
Aksi para pendukung Meksiko ini mengingatkan pada insiden sebelumnya saat Ekuador mengajukan protes karena merasa para suporter tuan rumah membuat skuad mereka kesulitan beristirahat sebelum laga babak 32 besar melawan Meksiko.
Namun, sejumlah laporan menyebut aksi tersebut tidak sepenuhnya dipicu oleh rivalitas sepak bola. Hubungan diplomatik Meksiko dan Ekuador sempat memburuk setelah polisi Ekuador menggerebek Kedutaan Besar Meksiko di Quito pada 2024 untuk menangkap mantan Wakil Presiden Jorge Glas.
Baca Juga: Real Madrid Umumkan Denzel Dumfries sebagai Rekrutan Anyar Keempat
Beberapa pihak juga mengaitkan aksi suporter dengan rivalitas yang telah berlangsung sejak pertemuan kedua negara pada Copa America 1993.
Di sisi lain, tidak semua suporter yang hadir mengaku berniat mengganggu skuad Inggris. Salah seorang pendukung Meksiko mengatakan dirinya datang hanya untuk melihat lebih dekat sang kapten Inggris, Harry Kane.
Sementara pendukung lainnya berseloroh bahwa kebisingan tersebut merupakan "lagu pengantar tidur" bagi Kane dan rekan-rekannya menjelang pertandingan.
Editor : Satria Putra Sejati