Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Kulon Progo Soroti Pengelolaan APBD 2025, Dorong PAD Lebih Besar

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯
MASUK: Kendaraan wisatawan memasuki Gerbang TPR Glagah untuk membayar retribusi. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
MASUK: Kendaraan wisatawan memasuki Gerbang TPR Glagah untuk membayar retribusi. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

Advertisement

 

KULON PROGO - DPRD Kulon Progo menyoroti pengelolaan APBD 2025 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo.

Lembaga Legislatif itu menemukan tingginya anggaran belanja daerah yang tak sebanding dengan pendapatan daerah. 

Advertisement

Hal ini menjadi bahan evaluasi, untuk selanjutnya agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa meningkat.

"Contohnya, Dinas Kebudayaan (Disbud) memperoleh pendapatan senilai Rp 285 juta dari optimalisasi sarana, prasarana, dan aset kebudayaan daerah. Sedangkan Dinas Pariwisata (Dinpar) hanya mampu meraup Rp 6 miliar dari retribusi wisata daerah," terang Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kulon Progo Ady Sutrisno, Rabu (8/7/2026).

Advertisement

Lanjut dia, realisasi belanja barang dan jasa Dinpar serta Disbud masing-masing senilai Rp 15 miliar.

Jika ditotal, anggaran kedua OPD mencapai Rp 30 miliar.

Anggaran puluhan miliar rupiah itu, berasal dari penganggaran melalui APBD dan Dana Keistimewaan (Dais).

Nilai anggaran belanja disorot karena tak sebanding dengan pendapatan daerah. 

Sebagaimana data realisasi APBD 2025 disebutkan bahwa total anggaran belanja daerah mencapai Rp 1,633 triliun. Sementara pendapatan daerah senilai Rp 1,660 triliun.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kemensos Minta Pemkab Kulon Progo Sediakan SDM Guru dan Tendik, Sekolah Rakyat yang Beroperasi pada 13 Juli

Kemensos Minta Pemkab Kulon Progo Sediakan SDM Guru dan Tendik, Sekolah Rakyat yang Beroperasi pada 13 Juli

Sekolah Rakyat (SR) di Indonesia bakal beroperasi pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.  Kendati begitu, belum ada guru untuk mengajar. Kementerian Sosial (Kemensos) RI meminta bantuan ke pemerintah daerah untuk...

Jumlah Lulusan Sedikit, SMKN 1 Girimulyo  Kulon Progo Baru Terisi 62 Persen

Jumlah Lulusan Sedikit, SMKN 1 Girimulyo  Kulon Progo Baru Terisi 62 Persen

Sistem penerimaan murid baru (SPMB) pada jenjang SMA/SMK resmi ditutup, Selasa (7/7). Namun sejumlah sekolah di Bumi Binangun justru masih kekurangan siswa akibat jumlah lulusan yang sedikit. Salah satunya di SMKN 1 Giri

Pengganti Batik Geblek Renteng, Batik Binangun Kertaraharja Mulai Dicari untuk Seragam Sekolah di Kulon Progo

Pengganti Batik Geblek Renteng, Batik Binangun Kertaraharja Mulai Dicari untuk Seragam Sekolah di Kulon Progo

Penjualan seragam terbanyak ada pada seragam merah putih untuk SD. Selain itu, seragam batik Binangun turut diburu konsumen. Pasalnya, sekolah tak menyediakan pengadaan batik seragam. Rata-rata harga seragam dibanderol R

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer