RADAR JOGJA - Jurgen Klinsmann menyebut tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia 2026 di tangan Paraguay sebagai aib yang memalukan.
Tim asuhan Julian Nagelsmann dikalahkan 4-3 melalui adu penalti oleh negara Amerika Selatan itu setelah bermain imbang 1-1 di babak 32 besar.
Klinsmann, yang bermain 108 kali untuk Jerman sebelum memimpin tim meraih posisi ketiga di Piala Dunia sebagai tuan rumah pada tahun 2006, mempertanyakan persiapan menjelang kekalahan dari Paraguay.
Baca Juga: Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Fase Knockout Piala Dunia saat Prancis Kalahkan Swedia
"Jelas ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi kita semua di Jerman, karena kita tidak menyangka akan tersingkir di babak 32 besar," kata Klinsmann. "Dan cara kita tersingkir sangat, sangat mengecewakan," imbuhnya.
"Sepertinya tim tidak siap untuk mengendalikan keadaan selama 120 menit. Mereka tidak cukup energik, cukup tegas, cukup agresif untuk memenangkan pertarungan ini melawan tim Paraguay yang sangat kuat, yang kami tahu akan menjadi pertandingan yang sulit," jelasnya.
Kekalahan ini juga merupakan kali pertama Jerman kalah dalam pertandingan Piala Dunia melalui adu penalti, setelah memenangkan empat pertandingan sebelumnya, melawan Prancis (semifinal 1982), Meksiko (perempat final 1986), Inggris (semifinal 1990) dan Argentina (perempat final 2006).
"Pada akhirnya, tampaknya mereka tidak siap untuk adu penalti, yang bagi kami sangat gila, karena kami biasanya menyukai adu penalti," kata Klinsmann.
"Cara kami tersingkir malam ini sangat menghancurkan, memalukan, sesuatu yang tidak diharapkan siapa pun," lanjutnya.
Yang lebih menarik lagi, Jerman kini gagal lolos ke babak 16 besar dalam tiga Piala Dunia berturut-turut.
Baca Juga: Menjalin Hubungan Sehat dengan Pasangan: Kunci, Ciri, dan Cara Supaya Langgeng
Terakhir kali juara empat kali itu mencapai titik itu adalah pada tahun 2014, ketika kemudian memenangkan kompetisi.
"Ini hampir sama mengerikannya dengan tersingkir di Qatar empat tahun lalu, dan Di Rusia delapan tahun lalu," kata Klinsmann.
"Jadi ini menjerumuskan Jerman ke dalam lubang yang sangat, sangat besar," tegasnya.
Baca Juga: RANCANGAN PERATURAN DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TENTANG PENGELOLAAN PERFILMAN (2)
Editor : Satria Putra Sejati