SLEMAN - PSSI belum memutuskan hukum yang akan dijatuhkan ke PSS Sleman terkait adanya flare dan kembang api yang menghiasi Maguwoharjo International Stadium (MaglS) pada partai final Championship musim 2025/2026 antara PSS Sleman melawan Garudayaksa FC, Sabtu (9/5) malam.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi menyatakan jika saat ini pihaknya masih menunggu laporan resmi dari perangkat pertandingan yang bertugas di lapangan.
Menurutnya, laporan tersebut akan menjadi landasan bagi LIB dan PSSI untuk menentukan klasifikasi pelanggaran.
"Saya juga belum tahu, nanti akan kami lihat juga. Tentu pengawas pertandingan pasti akan membuat berita acara laporan yang akan disampaikan ke PSSI dan ke LIB," bebernya usai memberikan trofi juara ke Garudayaksa FC, Sabtu (9/5) malam lalu.
Meski masih menunggu laporan, Yunus menegaskan PSSI tidak akan melakukan intervensi terhadap proses evaluasi tersebut.
Segala bentuk pelanggaran disiplin yang terjadi di dalam stadion diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme yang berlaku di Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
"Tentu akan ada laporan dari pengawas pertandingan kepada Komite Disiplin, dan kami serahkan sepenuhnya sesuai dengan aturan yang ada," tegasnya.
Diketahui, PSS Sleman gagal meraih trofi juara Championship musim 2025/2026.
Laskar Sembada menelan kekalahan dari Garudayaksa FC melaluidrama adu penalti yang berakhir dengan skor 6-5 (2-2). (ayu)
Editor : Bahana.