Marian Mihail Bongkar Situasi PSBS Biak usai Dihajar Dewa United 0-5, Main tanpa Pemanasan Fokus Pemain Pecah karena Gaji
Fahmi Fahriza• Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:01 WIB
PSBS Biak resmi tunjuk Marian Mihail sebagai pelatih kepala untuk arungi sisa laga BRI Super League
JOGJA - Pelatih PSBS Biak Marian Mihail, secara terbuka mengungkap kondisi sulit yang tengah dialami timnya usai dibantai Dewa United FC dengan skor telak 0-5 dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026 pekan 32, Jumat (8/5) di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Kekalahan tersebut tidak lepas dari situasi internal yang membelit skuad berjuluk Badai Pasifik itu. PSBS sendiri telah resmi terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dalam beberapa bulan terakhir, klub juga diterpa persoalan finansial serius, termasuk tunggakan gaji pemain yang disebut sudah berlangsung sekitar empat bulan. Situasi itu membuat sejumlah pemain memilih meninggalkan tim sebelum kompetisi berakhir.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Marian Mihail mengakui anak asuhnya memulai laga dalam kondisi yang jauh dari ideal. Bahkan, para pemain disebut tidak sempat melakukan pemanasan karena masih berdiskusi dengan manajemen terkait kejelasan hak mereka.
"Pertandingan sudah tidak seimbang sejak awal karena para pemain kami sedang berbicara dengan pihak manajemen untuk memperjelas situasi mereka. Mereka tidak melakukan pemanasan, mereka tidak keluar untuk pemanasan, jadi kami memulai pertandingan dalam keadaan yang sangat sulit," ujar Mihail.
Pelatih asal Rumania tersebut juga mengaku memahami betapa rumitnya persoalan administrasi dan finansial dalam sepak bola profesional. Namun, ia menyayangkan fokus pemain terpecah oleh persoalan di luar lapangan.
"Liga dan Federasi Indonesia telah berbicara mengenai situasi kami. Ada mekanisme resmi untuk menutupi semua utang kepada pemain, terutama gaji. Saya sedikit kecewa karena pemain saya tidak memahami itu dan terus fokus pada masalah di luar sepak bola," katanya.
Meski demikian, Mihail tetap mengapresiasi jalannya pertandingan yang tetap berlangsung secara sportif di tengah situasi sulit yang dialami timnya. Ia bahkan mulai mengalihkan fokus untuk membangun ulang fondasi PSBS musim depan dengan mengandalkan pemain-pemain Papua.
"Kami sedang mempersiapkan masa depan tim ini mulai sekarang. Kami ingin melihat pemain mana yang mampu membangun kembali tim ini dengan identitas yang jelas yang mewakili jiwa Biak," ucapnya.
Sedangkan pemain muda PSBS Biak Ian Rumbewas, memastikan timnya tetap akan menyelesaikan kompetisi dengan profesional meski situasi klub sedang tidak baik.
"Kami mengakui keunggulan lawan. Sisa dua pertandingan dan akan kami selesaikan dengan kerja keras. Kami akan ikuti apa yang disampaikan Coach sampai akhir kompetisi," kata Ian.
Sementara itu, pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink, memberikan respek tinggi terhadap PSBS Biak yang tetap tampil profesional meski berada dalam tekanan besar.
"Saya menyampaikan rasa hormat kepada para pemain Biak. Saya rasa mereka berada dalam posisi yang sangat tidak nyaman. Namun pertandingan berjalan fair dan mereka tetap menunjukkan sportivitas yang sangat baik," ujar Jan Olde.
Secara teknis, pelatih asal Belanda tersebut menilai strategi high press yang diterapkan Dewa United berjalan efektif sejak awal pertandingan.
"Kami tahu bagaimana mereka akan bermain. Di babak pertama kami main high press dan itu berhasil. Kami mendominasi dan menurut saya kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol lagi," katanya.
Dari sisi pemain, perwakilan pemain Dewa United Taisei Marukawa mengaku menikmati permainan timnya terutama pada babak kedua.
"Di babak kedua saya bisa menikmati sepak bola seperti gaya Dewa. Kami menguasai permainan, mendominasi pertandingan, dan saya sangat senang akhirnya bisa menang," ujar Taisei. (iza)