PSS Sleman tak salah mendatangkan Jehan Pahlevi di bursa transfer paruh musim ini. Meski baru mencicipi rumput Maguwoharjo International Stadium (MagIS) selama 11 menit, penggawa muda pinjaman asal Persija Jakarta itu sukses mencuri perhatian public. Berkat penampilannya saat menjamu Barito Putera FC, Sabtu (31/1) malam lalu.
Masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-80 menggantikan Terens Puhiri, Jehan Pahlevi tak butuh waktu lama untuk nyetel dengan tim. Meski laga berakhir dengan skor kacamata, pemain sayap ini hampir saja memecah kebuntuan, andai tendangannya tak ditepis oleh Muhammad Ridho kiper Barito Putera FC.
Pergerakan eksplosif dan visi Jehan Pahlevi di atas lapangan, kini seolah memberi sinyal bahwa pemain berusia 19 tahun itu bukan sekadar pelengkap kuota pemain muda. Tetapi menjadi salah satu pilar yang patut diperhitungkan di dalam tim PSS Sleman.
Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis juga tak segan melayangkan apresiasi kepada pemain barunya tersebut. Sebab, menurut pelatih yang akrab disapa Uwak ini, kehadiran Jehan memberikan dimensi serangan yang berbeda bagi Super Elja. "Kami cukup gembira ya, cukup senang dengan penampilan Jehan. Karena dia bisa jadi pembeda," ucapnya, Rabu (4/2).
Bukan tanpa alasan Uwak mengatakan hal tersebut. Baginya efektivitas pemain yang didatangkan di jendela transfer kali ini, termasuk Jehan, mulai terlihat dampaknya bagi kedalaman skuad. Namun, pelatih berusia 55 tahun ini tetap menyadari bahwa waktu 11 menit tentu belum cukup untuk membangun koneksi yang sempurna dengan rekan setimnya.
Alhasil, Uwak pun berharap pemain yang musim lalu bermain di Persiku Kudus itu tetap konsisten dan bekerja keras di sesi latihan. Sebab menurutnya, jam terbang adalah kunci agar talenta muda itu bisa benar-benar menyatu dengan skema permainan PSS Sleman yang menuntut intensitas tinggi.
"Mudah-mudahan dia dapat diberi kesempatan lagi, pasti nanti chemistry-nya akan dapat dan mudah-mudahan dia bisa membawa kami menjadi lebih baik lagi," cetusnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo