Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rumput Stadion Candradimuka Kebumen Dibuat Persis GBK, Butuh Rp 60 Juta Per Bulan untuk Biaya Perawatan

Muhammad Hafied • Sabtu, 29 November 2025 | 12:05 WIB
Proses pemeliharaan lapangan Stadion Candradimuka. Recananya lapangan stadion tersebut akan ditanam rumput yang biasa digunakan stadion ternama di Indonesia. (M Hafied/Radar Jogja)   
Proses pemeliharaan lapangan Stadion Candradimuka. Recananya lapangan stadion tersebut akan ditanam rumput yang biasa digunakan stadion ternama di Indonesia. (M Hafied/Radar Jogja)  

 

 

 

 

KEBUMEN - Pemeliharaan lapangan Stadion Candradimuka saat ini masih terus berlangsung. Nantinya, stadion kebanggaan masyarakat Kebumen ini bakal dilengkapi rumput lapangan berstandar FIFA. Sama seperti rumput pada stadion ternama di Indonesia.

Konsultan Pengawas Pemeliharaan Lapangan Stadion Candradimuka Jaini Mustari mengatakan, proses revitalisasi lapangan Stadion Candradmuka terus dikebut. Salah satu fokus pekerjaan sekarang yaitu menyiapkan konstruksi awal lapangan sebelum dipasang rumput.

Per pekan ini progres pekerjaan lapangan sudah mencapai 45 persen. "Rumputnya sama di GBK (Gelora Bung Karno). Sudah standar FIFA. Spesifikasi 105x68 tergantung safety zone," ucapnya kepada Radar Jogja, Jumat (28/11).

Jaini menerangkan, rumput yang akan digunakan di lapangan Stadion Candradimuka jenis rumput non sintetis bernama Joysia Matrela. Jenis rumput ini sama dengan rumput di stadion ternama. Seperti Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Stadion Jatidiri Semarang dan Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

Disebutkan, dalam proses persiapan pemasangan rumput harus memperhatikan terktur tanah dan pasir. Sebab, jika bahan tersebut dipilih sembaragan akan berpengaruh pada kualitas rumput.

Tak hanya itu juga perlu memperhatikan kondisi saluran air atau drainase. "Konstruksinya dulu, baru rumput. Mungkin nanti pemasangan di 2026," jelasnya.

Dia mengatakan, proses perawatan rumput berkualitas ini terbilang rumit dan cukup memakan waktu. Selain itu, biaya perawatan juga mahal, rata-rata berkisar Rp 60 juta per bulan.

Baca Juga: Catat! Kontes Kuda Andong Bakal Digelar dalam Upaya Kuatkan Lagi Citra Transportasi Tradisional: Rebutkan Piala Wali Kota Jogja, Lewati Rute Ini..

Biaya tersebut dialokasikan untuk gaji tanaga perawatan hingga pupuk. "Perawatan lumayan ya. Tenaganya paling tidak tiga orang," katanya.

Diketahui, proses pemeliharaan lapangan Stadion Candradimuka memakan anggaran senilai Rp 4,1 miliar. Proyek infrasruktur ini akan berlangsung selama 55 hari kalender, mulai 30 Oktober-23 Desember 2025.

Dalam prosesnya, revitalisasi stadion 'Wong Kebumen' ini melibatkan perusahaan yang berpengalaman membidani rumput lapangam stadion ternama.

 Baca Juga: Siklon Senyar dan Koto Kepung DIJ. Berdampak Anomali Cuaca, Masyarakat Diminta Waspada

Sementara itu, Menejer Persak Arif Budiman mengapresisi komitmen pemerintah daerah yang sedang mempersiapka Stadion Candradimuka sebagai salah satu stadion berkualitas di Jawa Tengah. Dia optimis dari upaya ini akan berdampak pada dunia sepak bola Kebumen.

Dia juga menaruh harap stadion satu-satunya di Kebumen ini menjadi pusat olahraga yang represetatif. "Kami senang dengarnya. Ikut perihatin kalau main, stadionnya masih jelek. Tapi sekarang sudah ada angin segar," ungkapnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Stadion Candradimuka #kebumen #Gelora Bung Tomo #Gelora Bung Karno #jatidiri #standar fifa #biaya perawatan #rumput #gbk