Bek PSS Sleman Fachruddin Aryanto sudah kembali berlatih bersama tim. Namun di balik kepulihannya, tim pelatih menilai tantangan terbesar sang bek senior bukan lagi cedera MCL yang dialaminya musim lalu. Tapi bagaimana ia mengatasi trauma setelah absen panjang.
Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis mengungkapkan, secara medis Fachruddin sebenarnya sudah pulih. Ia bahkan telah beberapa kali mengikuti latihan bersama rekan setimnya.
Tetapi Uwak melihat adanya sisa ketakutan pada gerakan tertentu—hal yang sangat wajar dialami pemain setelah cedera ligamen.
"Tinggal gimana caranya menghilangkan trauma dia (Fachruddin) aja. Itu yang sekarang paling penting," ujar Uwak, Rabu (26/11).
Menurutnya, meski kaki Fachruddin sudah kuat, keberanian untuk kembali masuk duel, melakukan tarikan cepat, atau menahan beban tubuh secara penuh kadang masih membuat sang pemain ragu. Trauma pasca-cedera itulah yang sekarang menjadi fokus terbesar tim pelatih.
Uwak juga meminta tim medis dan pelatih fisik untuk memantau perkembangan mental Fachruddin selama latihan. Ia tak ingin proses pemulihan psikologis terburu-buru, mengingat cedera MCL yang dialami mantan bek Timnas Indonesia ini tergolong berat.
"Kami akan lihat perkembangannya di latihan-latihan berikutnya. Yang kami jaga sekarang bukan cuma fisiknya, tapi mentalnya," tegasnya.
Sementara itu, dokter tim PSS Sleman Riko Arundito menjelaskan, secara medis Fachruddin sudah sangat siap. Tes fisik menunjukkan pemain asal Klaten itu lulus dan sudah memasuki tahap return to performance.
Namun, tim medis tetap memberikan pengawasan khusus untuk mendukung pemulihan mentalnya di lapangan. "Setelah beberapa tes medis, dia lulus, tapi tetap dengan pendampingan supaya rasa percaya dirinya kembali penuh," ujar Riko. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo