Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Duel Panas PSIM Jogja dan Arema FC, Van Gastel Kecewa Hanya Raih Hasil Seri, Marcos Santos Puji Dukungan Suporter PSIM

Fahmi Fahriza • Minggu, 17 Agustus 2025 | 02:32 WIB
Sesi post match press conference pertandingan antara PSIM Jogja dan Arema FC, Sabtu (16/8).
Sesi post match press conference pertandingan antara PSIM Jogja dan Arema FC, Sabtu (16/8).

BANTUL - PSIM Jogja harus puas berbagi angka dengan Arema FC setelah laga pekan kedua BRI Super League 2025/2026 berakhir imbang 1-1 di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Sabtu (16/8). Pertandingan berlangsung dramatis dengan hadirnya penalti, kartu merah, hingga gol bunuh diri di menit-menit akhir.

Sejak awal babak pertama, Arema tampil penuh percaya diri. Singo Edan langsung menekan dengan pressing ketat serta rotasi cepat antar lini. Pola ini membuat lini tengah PSIM cukup kewalahan dalam membangun serangan dengan rapi. Sementara, PSIM lebih banyak mengandalkan kombinasi permainan Ze Valente dan Ezequiel Vidal, serta peran Nermin Haljeta sebagai target man.

Petaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-40. Wasit menunjuk titik putih setelah Reva Adi Utama dianggap melakukan pelanggaran terhadap pemain Arema di kotak terlarang. Dalberto Luan yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang, dan membawa Arema unggul 0-1 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, laga semakin panas. Pada menit ke-52, bek Arema Yann Motta mendapat kartu merah langsung setelah wasit meninjau VAR atas jegalannya terhadap Nermin Haljeta dalam situasi serangan balik. Arema pun harus bermain dengan 10 orang.

Kehilangan satu pemain membuat Arema lebih banyak bertahan. Sebaliknya, PSIM semakin gencar menekan dengan variasi serangan sayap maupun tusukan dari tengah. Puncak drama terjadi di menit ke-88, ketika sundulan Betinho salah mengantisipasi umpan silang, dan bola justru masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut membuat PSIM menyamakan kedudukan 1-1.

Sisa waktu tidak mengubah skor hingga peluit panjang berbunyi. PSIM terhindar dari kekalahan di kandang, sementara Arema harus puas pulang dengan satu poin.

Secara statistik, PSIM menguasai jalannya pertandingan dengan 63 persen ball possession serta melepaskan 17 tembakan, dan 7 diantaranya on target. Sedangkan Arema hanya membukukan 7 tembakan, dengan 2 yang mengarah ke gawang.

Secara garis besar, pelatih PSIM Jean Paul van Gastel mengaku kecewa dengan hasil seri. "Harusnya kita bisa lebih baik. Situasi berubah di babak kedua saat ada kartu merah, dan kita coba manfaatkan momen itu. Sayang belum beruntung, hasil seri ini tidak kita inginkan. Seharusnya tiga poin bisa kita dapatkan," ucap van Gastel dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Lebih lanjut, ia juga menambahkan, bahwa penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama bagi timnya. "Final third sejak pra-musim masih jadi problem. Ini bukan hanya soal striker, tapi juga soal kemistri antar pemain. Kita akan terus membenahi itu," imbuhnya.

Selanjutnya, salah satu perwakilan pemain PSIM Raka Cahyana, mengaku bersyukur dengan hasil kolektif yang diraih timnya. "Alhamdulillah bisa dapat poin di laga sore ini. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi. Terima kasih untuk dukungan suporter," ucapnya.

Sementara itu, dari kubu lawan, pelatih Arema FC Marcos Santos memuji permainan PSIM dan atmosfer stadion. "PSIM hari ini bermain bagus, dan dukungan suporter mereka sangat besar. Saat kami bermain dengan 10 orang, fokus kami bertahan. Saya bangga dengan kerja keras tim saya," kata Santos.

Selanjutnya, salah satu pemain Arema, Anwar Rifai, juga menyuarakan hal serupa. Ia mengaku mensyukuri Arema bisa membawa 1 poin ke Malang.

"Alhamdulillah kami bisa bawa pulang satu poin. Dengan 10 pemain kami sudah berusaha maksimal. Kalau tetap 11 pemain, mungkin kami bisa mempertahankan kemenangan itu," ujarnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#arema fc #stadion sultan agung #singo edan #Laskar Mataram #Jean Paul van Gastel #Marcos Santos #PSIM Jogja