JOGJA - Tim Laskar Mataram secara resmi melangsungkan laga uji coba melawan PSIS Semarang, Selasa (29/7). Agenda tersebut menjadi persiapan sebelum kompetisi BRI Super League 2025-2026 dimulai.
Bermain di hadapan para suporternya di Stadion Mandala Krida, pelatih PSIM Jogjakarta Jean Paul van Gastel menurunkan komposisi pemain yang cukup berbeda dibanding saat bermain dengan Bali United, Sabtu (26/7) lalu.
Menggunakan setelan jersey dominan warna hitam, 11 pemain pertama yang tampil menghadapi PSIS Semarang adalah Harlan Suardi di posisi penjaga gawang. Selanjutnya lini belakang diisi oleh Yusaku Yamadera, Raka Cahyana, Franco Ramos Mingo, dan Reva Adi Utama yang mengemban tugas sebagai kapten.
Selanjutnya, pada posisi gelandang, ada empat pemain yang dipasang oleh van Gastel, yakni Ghulam Fatkur, Rahmatsho Rahmatzoda, Ezequiel Vidal, dan juga Ze Valente.
Dua pemain asing baru milik PSIM dipasang di lini depan sebagai juru gedor, yakni Deri Antony Corfe, dan Nermin Haljeta.
Dari total delapan pemain asing yang saat ini dimiliki Laskar Mataram, tujuh di antaranya diturunkan sejak menit pertama. Sementara, satu pemain, yakni Rafael de Sa Rodrigues atau yang akrab disapa Rafinha memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Dalam 45 menit pertama, PSIM banyak menciptakan peluang dari berbagai skema, namun belum ada gol yang tercipta, dan babak pertama kedudukan masih sama kuat 0-0.
Mengawali babak kedua, rotasi dilakukan oleh van Gastel, ia memasukkan beberapa pemain di awal-awal babak kedua. Tercatat, ada tiga pemain yang dimasukkan, yakni Rafinha, Savio Sheva, dan Rio Hardiawan.
Pergantian tersebut berbuah manis, tidak lama setelah masuk lapangan. PSIM berhasil mencetak gol pertama sekaligus satu-satunya dalam pertandingan tersebut. Gol dicetak oleh Rafinha memanfaatkan umpan silang yang diberikan oleh Savio Sheva.
Hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta, PSIM berhasil menang 1-0 di hadapan para suporternya.
Dari sisi lawan, tim asuhan Kahudi Wahyu Widodo juga memberikan perlawanan yang cukup sengit, termasuk juga beberapa kali mengkreasikan peluang berbahaya.
Dalam pertandingan tersebut, PSIS melakukan rotasi pemain yang cukup kompleks, hal tersebut terlihat dari pergantian pemain yang dilakukan. Secara akumulatif PSIS melakukan 13 pergantian pemain, termasuk di posisi kiper. (iza)
Editor : Sevtia Eka Novarita