JOGJA - Asa PSIM Jogja untuk merekrut kembali Arlyansyah Abdulmanan pupus.
Hal itu lantaran terganjal oleh kebutuhan mendesak Persija Jakarta akan pemain U-23 serta rencana dari regulasi baru yang akan diterapkan.
Kabar mengenai ketertarikan PSIM untuk kembali memboyong Arlyansyah sebenarnya telah mencuat sejak pemain berusia 19 tahun itu dipulangkan ke tim Macan Kemayoran beberapa waktu lalu.
Sang pemain yang sempat dipinjamkan ke Laskar Mataram pada kompetisi Liga 2 musim 2023/2024 lalu memang menampilkan performa memukau.
Kehadirannya di lini tengah berhasil memberikan warna dan dinamika baru bagi permainan PSIM Jogja, menjadikannya salah satu pilar penting dalam upaya tim menembus babak play-off promosi.
Arlyansyah Abdulmanan merupakan pemain muda yang sangat berbakat.
Bersama Laskar Mataram pemain muda berlabel Timnas ini telah mencatatkan 12 laga dan mampu mencetak empat gol serta dua assist.
Meski terbilang sangat muda, tapi saat membela tim Laskar Mataram Arlyansyah selalu menjadi andalan pelatih dari transisi Seto Nurdiantoro maupun Erwan Hendarwanto.
Penampilan yang menjanjikan dari Arlyansyah Abdulmanan di Liga 2 musim 2024/2025 sempat membuat para fans PSIM Jogja ingin mempertahankan winger asli Jakarta itu.
Namun, tampak usai membawa tim kebanggaan masyarakat Kota Jogja itu juara di Liga 2 dan promosi ke Liga 1, Arlyansyah telah kembali berlatih bersama Persija Jakarta.
"Balik lagi sampai saat ini sebenarnya saya ngomong sama Persija mau (mengajak Arlyansyah). Tapi terus terang untuk Arly sulit," ujar Manajer tim PSIM Jogja, Razzi Taruna, Kamis (19/6).
Menurut Razzi, penyebab utama kegagalan PSIM Jogja memboyong kembali Arlyansyah untuk bermain di Liga 1 musim 2025/2026 nanti tak lain adalah karena fokus Persija Jakarta untuk menguatkan sektor pemain U-23 mereka di musim depan.
Sebab hal tersebut sejalan dengan rumor regulasi baru Liga 1 yang konon akan mewajibkan pemain U-23 bermain penuh selama 90 menit.
Maka dari itu, bagi Razzi situasi tersebut, memang menempatkan tim Macan Kemayoran pada posisi yang sulit untuk melepas Arlyansyah, yang notabene merupakan salah satu aset muda berharga mereka.
Mengingat, dengan adanya isu regulasi baru yang menekankan peran pemain U-23, maka setiap klub akan berlomba-lomba untuk memiliki stok pemain muda berkualitas yang siap tampil reguler.
"Persija juga akan berfikir sama seperti PSIM mereka akan menguatkan sektor U23 di musim depan yang konon katanya main 90 menit," bebernya.
Meski PSIM Jogja tidak bisa mendapatkan Arlyansyah, secara pribadi Razzi mengaku optimistis dengan stok pemain U-23 yang akan dimiliki oleh Laskar Mataram saat ini.
"Kami harus punya stok yang banyak (pemain U-23). Tapi saya rasa stok yang kami punya oke," jelasnya. (ayu).
Editor : Bahana.