JOGJA – Usai kompetisi Liga 2, pemain PSIM Jogja masih fokus dengan kegiatan sehari-hari. Ada yang masih berkutat dengan sepakbola. Adapula yang fokus dengan persiapan pernikahan.
Pemain asing PSIM Jogja, Omid Popalzay lebih fokus untuk memperkuat tim nasional (Timnas) Afghanistan. Bahkan dalam babak kualifikasi Piala Asia beberapa waktu lalu, pemain berposisi gelandang ini berhasil mencetak satu gol untuk negaranya kala bertemu Myanmar di Stadion Thuwunna, Myanmar.
Baca Juga: Parah, Pieter Huistra Ungkap Pemain PSS Sleman Hanya Mampu Main 60 Menit
Baginya, memperkuat timnas dan bahkan mampu mencetak gol merupakan sebuah simbol kebanggannya dan kehormatan pada negara tanah kelahirannya. Rasanya, kata dia, selalu luar biasa karena tahu keluarga dan orang-orang di Afganistan sedang menonton.
“Jadi, ketika saya mencetak gol, saya tahu bahwa saya membuat mereka bangga, dan itu rasanya luar biasa," jelasnya, Minggu (6/4).
Baca Juga: Hujan Mulai Menghilang dari Wilayah Yogyakarta, BMKG Prediksi April Mulai Masuk Musim Kemarau
Omid sendiri mengaku saat ini akan terus berkomitmen untuk memperkuat timnas Afghanistan untuk bisa meraih hasil yang terbaik. Sebab pemain bernomor punggung 10 di Laskar Mataram itu berharap bisa membawa negaranya lolos ke putaran final.
"Motivasi terbesar saya untuk tim nasional adalah membuat rakyat bahagia dan memberikan mereka sesuatu untuk dirayakan," ucapnya.
Pahlawan PSIM lainnya Daniel Roken Saputra Tampubolon sedang memilih fokus untuk menyiapkan pernikahannya dengan sang kekasih di rumahnya sembari menunggu kejelasan dari pihak manajemen.
"Sekarang saya sibuk di rumah dan saya mempersiapkan pernikahan di bulan enam nanti," ungkapnya,
Meski sedang fokus mempersiapkan pernikahannya, gelandang serang andalan PSIM Jogja tersebut juga tetap tidak lupa melakukan latihan sendiri di rumahnya. Hal itu dilakukan karena pemain bernomor punggung 54 itu tetap ingin menjaga kondisi fisiknya di masa liburannya saat ini.
"Saya tetap latihan di rumah, nge-gym sambil fun game dengan teman-teman di rumah," katanya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo