SLEMAN - Isu mengenai kesiapan Maguwoharjo international Stadium (MagIS) untuk kembali digunakan sebagai markas PSS Sleman saat ini semakin menguat.
Telah beredar kabar bahwa pekan ke-18 lanjutan kompetisi Liga 1 musim 2024/2025 lalu yang mempertemukan antara PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya itu kemungkinannya menjadi laga terakhir tim yang berjuluk Super Elang Jawa di Stadion Manahan, Solo.
Kabar itu juga semakin menguat karena ada kabar jika renovasi MagIS itu sudah selesai dilaksanakan sejak tanggal 15 Desember 2024 lalu.
Sehingga rencananya, stadion kebanggaan masyarakat Sleman itu akan diresmikan pada bulan Januari ini.
Akan tetapi kepastian itu juga masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.
Sejak dilakukan renovasi tersebut, MagIS memang telah menjadi sorotan para pecinta sepak bola di Jogjakarta, khususnya para PSS Fans.
Kemegahan dan fasilitas yang modern membuat para pendukung PSS Sleman sudah tidak sabar untuk bisa mendukung secara langsung tim kebanggaannya di Stadion tersebut.
Tim Super Elja sendiri dijadwalkan akan kembali melakukan laga home pada pekan ke-20 dengan menghadapi Semen Padang FC, Minggu (26/1) mendatang.
Menanggapi hal, Presiden Direktur PT PSS Gusti Randa secara tegas membantah isu.
Mengingat sampai saat ini pihak kontraktor masih belum melakukan serah terima dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.
"Belum, oke ya," katanya singkat saat dihubungi Radar Jogja, Senin (13/1).
Tertundanya penyelesaian proyek renovasi Stadion Maguwoharjo itu tentu saja menjadi kerugian tersendiri, khususnya untuk PSS Sleman.
Sebab selain lebih lama menjadi tim musafir, para suporter juga harus masih harus bersabar untuk bisa mendukung tim kebanggaannya bermain di homebase-nya sendiri.
Apalagi saat ini tim Laskar Sembada juga sendang dalam tren yang positif.
PSS Sleman sendiri terakhir menggelar pertandingan kandang di Stadion Maguharjo sebelum renovasi saat menjamu RANS FC di dalam lanjutan kompetisi Liga 1 musim 2023/2024, pada tanggal 8 Desember 2024 silam.
Setelah itu tim yang berjuluk Super Elang Jawa ini harus menjadi musafir lantaran kandangnya direnovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Stadion Maguwoharjo merupakan salah satu dari 22 stadion yang direnovasi dan direhabilitasi di bawah kewenangan kementerian PUPR. Proyek tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang lahir pasca tragedi Kanjuruhan di Malang pada tanggal 1 Oktober 2022 silam.
Selain itu, rehabilitasi dan renovasi Stadion Maguwoharjo itu juga dilakukan untuk menciptakan sarana dan prasarana olahraga yang berkualitas tinggi sesuai dengan standar FIFA.
Adapun pekerjaan rehabilitasi dan renovasi stadion meliputi perubahan kursi suporter menjadi single seat, perbaikan fasilitas operasional pertandingan, pemasangan kursi untuk difabel dan VVIP. Lalu, peningkatan fasilitas standar FIFA lainnya seperti penambahan tangga untuk akses media dan penonton tamu, perbaikan toilet, pekerjaan sistem Mechanical, dan Electrical, Plumbing (MEP). Nantinya Stadion Maguwoharjo ini juga akan berkapasitas 20.595 penonton
Renovasi tersebut awalnya dijadwalkan akan rampung pada tanggal 31 Oktober 2024 lalu. Akan tetapi hingga serah terima proyak pada, Minggu 15 Desember 2024 lalu, renovasi tersebut masih belum selesai.
Alhasil dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman maupun para anggota dewan Kabupaten Sleman pun tidak mau melakukan serah terima proyek tersebut. Karena dirasa masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan. (ayu).
Editor : Bahana.