SOLO - Ribuan suporter PSS Sleman yang hadir ke Stadion Manahan, Solo mengungkapkan kekecewaan setelah timnya gagal meraih tiga poin saat menjamu Malut United dengan skor 0-1, Kamis malam (26/9/2024). Ini laga pekan ke-7 kompetisi BRI Liga 1 musim 2024/2025.
Gol tunggal Rifal Lastori di menit ke-52 membuat tren positif Laskar Sembada buyar. Alhasil, usai peluit panjang dibunyikan para PSS Fans yang hadir di Stadion Manahan, terlihat sangat kecewa. Mereka berteriak-teriak menyuarakan kekecewaan kepada tim kebanggaannya karena dirasa bermain kurang maksimal selama ini.
Dari tujuh laga yang telah dilakoni, Super Elang Jawa hanya menang satu kali, imbang dua kali, dan kalah empat kali. Sehingga dari hasil itu, PSS masih tertahan di posisi 17 klasemen sementara dari 18 kontestan.
Pelatih Kepala PSS Sleman Wagner Lopes menjelaskan, di laga melawan Malut United kali ini timnya mencoba melakukan sirkulasi bola dengan baik dan berusaha mencetak gol. Ada berapa waktu para pemainnya melakukan sirkulasi dengan baik. Tapi waktu angkat bola, anak asuhnya tidak sukses mencetak gol.
"Kami tahu yang penting menang duel untuk menang di pertandingan ini. Kami coba berapa cara, lalu kami cari dari samping ke pemain. Tapi ini bukan hari kami," katanya usai pertandingan.
Lopes mengungkapkan, sebenarnya setelah PSS kebobolan, pihaknya mencoba bermain keluar dan terus melakukan serangan. Tapi lagi-lagi upaya dari anak-anak Sleman belum sukses untuk bisa mencetak gol.
"Jadi tim mereka bisa defend dengan baik. Tapi tim kami akan lebih kerja keras untuk atasi ini. Saya minta maaf sama suporter kami. Sehingga ke depan kami akan kerja keras untuk lebih baik lagi," tegasnya.
Bek PSS Sleman Cleberson mengatakan, pada babak pertama sebenarnya teman-temannya bisa mengatasi beberapa situasi permainan dari Laskar Kie Raha. Akan tetapi setelah timnya kebobolan, para pemain merasa blank. "Pertandingan lalu melawan Arema bisa mencetak gol cepat, tapi hari ini kami tidak sukses," lontarnya.
Walaupun di laga ini timnya belum bisa mendapatkan hasil maksimal di kandang, para pemain PSS berjanji ke depan terus mencoba latihan lebih keras lagi. Ini agar supaya bisa keluar dari situasi ini bersama. "Liga ini baru dimulai dan kami akan membuktikan ketika liga berakhir," ucapnya.
Pelatih Kepala Malut United Imran Nahumarury mengaku, sebenarnya pihaknya telah mengetahui bahwa PSS bukanlah lawan yang mudah bagi timnya. Apalagi mereka baru meraih hasil positif saat melawan Arema FC belum lama ini.
Maka untuk mengatasi masalah ini, dalam satu minggu menjelang laga dimulai Imran menekankan kepada para pemainnya agar bisa lebih berkonsentrasi dan ia juga mengubah taktikal.
"Ada beberapa pemain yang kami simpan, termasuk Lastori. Karena saya yakin dia bakal kasih kontribusi. Termasuk Fred juga. Tapi sekali lagi sepakbola ya sepak bola. Kami punya peluang dan mengaplikasikan menjadi gol. Kami tahu PSS sangat luar biasa. Kali ini kami beruntung," tuturnya.
Pemain Malut United Frets Butuan mengaku bersyukur bisa mendapat tiga poin di laga ini. Walaupun, menurutnya, permainan di laga ini tidaklah mudah. Tapi para pemain bisa bermain sangat berhati-hati dan saling waspada.
"Saya juga bersyukur di babak kedua kami bisa memanfaatkan peluang. Ini hasil yang bagus untuk kami. Apalagi di dua match kami kalah. Kami bersyukur bisa dapat hasil baik. Keberuntungan juga berpihak kepada Malut," ujarnya.
Ya, laga ini memang menjadi laga yang sangat sulit bagi PSS. Walaupun Malut United bermain hanya dengan 10 pemain pada babak kedua. Laskar Sembada belum bisa membalikkan keadaan. Sehingga tim besutan dari Wagner Lopes ini harus rela menelan kekalahan dengan skor 0-1 dari Laskar Kie Raha, tim yang baru promosi ke Liga 1 musim ini. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita