RADAR JOGJA - Upaya melestarikan tradisi jelang berlaga di kompetisi Liga 2, PSIM Jogja kembali melakukan kegiatan rutinnya. Yakni ziarah ke makam raja-raja Mataram di Kotagede dan Imogiri, Kamis (5/9) malam.
Ziarah ini sudah menjadi tradisi rutin Laskar Mataram sebelum mulai berkompetisi di tiap musimnya. Selain untuk mempererat ikatan tim dan refleksi diri, ini juga menjadi kesempatan para pemain agar lebih mengenal budaya dan sejarah Jogjakarta.
Savio Sheva dan kawan-kawan beranjak dari Wisma PSIM Jogja di Baciro, Kamis (5/9) sore dengan mengendarai dua Elf putih menuju ke makam raja-raja di Kotagede dan Imogiri. Mereka tiba di makam raja-raja di Kotagede sesaat sebelum adzan Maghrib berkumandang.
Baca Juga: Sama-Sama Bikin Repot, Sulit Dapat E-Materai Solusinya Bisa Kirim LHKPN Balon Pilkada ke KPK
Selepas itu, para pemain berserta rombongan menunaikan salat Magrib terlebih dahulu sebelum melakukan rangkaian ziarah di sana. Selesai salat, para pemain PSIM segera berganti baju adat yang digunakan khusus untuk ziarah ke makam raja-raja Mataram.
Secara berurutan para penggawa PSIM masuk ke dalam area makam para raja untuk melakukan ziarah, berdoa dan tabu bunga. Dari makam raja-raja di Kotagede, rombongan melanjutkan ke Imogiri.
Setelah sampai di Imogiri, Yudha Alkanzha dan kawan-kawan langsung berganti baju adat sebelum masuk area makam raja-raja Imogiri. Suasana hening dan sakral terasa ketika mereka memulai serangkaian ziarah di dalam area makam.
Pelatih Kepala PSIM Jogja Seto Nurdiyantara mengatakan, ziarah ke makam raja-raja ini merupakan tradisi yang selalu dinantikan. Sebab, kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang selalu membuatnya rindu.
"Tentu ada rasa perjalanan tersendiri. Walaupun sering ke sini, saya selalu merindukan hal-hal seperti ini," katanya kemarin(6/9).
Baca Juga: Rony Wijaya Miliki Kekayaan Rp 25,4 Miliar, Ungguli Bakal Calon Kepala Daerah Bantul 2024 Lainnya
Baca Juga: Lembaga Sosial Keagamaan Diberi Hibah Rp 9 Miliar, PC NU Kebumen Dapat Rp 2 Miliar
Menurut Seto, ziarah memiliki makna tersendiri bagi para pemain, khususnya yang baru kali pertama mengikuti ziarah. Sebab selain bisa mendoakan para leluhur Mataram, kegiatan ziarah ini juga bisa mengingatkan bahwa suatu saat semua orang juga akan meninggal dunia.
Salah seorang pemain PSIM Edgard Amping mengaku baru kali pertama melakukan ziarah di makan raja-raja Imogiri dan Kotagede. Ia pun antusias dan menikmati kegiatan ziarah ini. "Pengen tahu juga, jadi pengalaman baru. Bisa mengenal lebih dalam budaya di Jogja," ujarnya.
Bek asing PSIM Yusaku Yamadera juga mengaku senang bisa merasakan ziarah bersama skuad tim. Walaupun pengalaman baru bagi pemain asal Jepang ini, ia tetap merasa senang dan bersemangat.
"Rasanya campur aduk. Ini pengalaman pertama saya ke sini. Saya tidak tahu harus melakukan apa. Hanya bingung. Tapi saya sangat antusias. Saya juga sangat senang berasa di sini untuk melakukan tradisi ini. Saya mengapresiasi kesempatan yang luar biasa dan jarang saya dapatkan ini," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Heru Pratomo