Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kapten Legendaris Sumarjono Punya Harapan di HUT Ke-95 PSIM Jogja, Saatnya Naik Kasta, Jangan Lupa Pemain Lokal

Gregorius Bramantyo • Kamis, 5 September 2024 | 16:10 WIB
Photo
Photo

 

RADAR JOGJA - Klub kebanggaan masyarakat Kota Jogja, PSIM Jogja, merayakan hari ulang tahun ke-95 pada Kamis (5/9/2024). PSIM Jogja adalah salah satu dari tujuh klub pendiri PSSI yang berdiri 19 April 1930 silam. Maka dari itu, tak heran apabila klub berjuluk Laskar Mataram ini bertekad kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional pada musim ini. Sebagai satu dari sejumlah tim tradisional Indonesia.

Keinginan untuk mentas di kasta tertinggi sepakbola Tanah Air itu juga diamini oleh legenda hidup PSIM Jogja, Marjono. Mantan bek yang dipredikati kapten sepanjang masa ini menyebut, skuad tim berlambang Tugu Pal Putih ini sudah seharusnya berlaga di Liga 1.

“Kalau bicara PSIM, saya melihat sudah wayahe ada di Liga 1. Dari era saya tahun 2005 itu kan belum naik kasta lagi,” ujarnya kepada Radar Jogja, Rabu (4/9/2024).

Baca Juga: Unisa Jogjakarta Baru Buka Fakultas Kedokteran, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Ingatkan Pentingnya Kesehatan Sebagai Fondasi Pendidikan

Marjono tidak hanya berharap agar klub kebanggaannya ini bisa naik kasta semata. Namun juga bisa berprestasi dan eksis bersaing dengan tim-tim lain di kasta tertinggi. “Jangan cuma mampir ngombe,” lontar sosok yang akrab disapa Kapten Jon ini.

Selain itu, ia berharap PSIM juga tekun menggali potensi pemain lokal Jogja dan tidak mengabaikan pemain lokal. Apalagi jika nantinya berhasil mentas di Liga 1. Sebab menurutnya, tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti skuad PSIM akan dihuni oleh pemain-pemain lokal. Seperti harapan Marjono saat kecil sebagai putra daerah untuk bisa bermain membela PSIM.

Marjono menjadi saksi besarnya pengaruh kompetisi internal rutin PSIM pada era 1990-an di Stadion Kridosono, markas awal PSIM Jogja. Bersama SSB Hizbul Wathan (HW) Yogyakarta, ia berulang kali mencari peruntungan di kompetisi tersebut.

Saat itu, banyak klub yang jadi anggota kompetisi internal PSIM. Kompetisi itu seperti bank pemain lokal, muaranya nanti ke tim utama PSIM.

“Saya tiga kali ikut, baru terpilih dalam seleksi untuk tim PSIM di Piala HB. Dari situ terbuka jalan ke tim senior. Banyak yang dari luar daerah, tetapi bukan masalah buat pemain lokal selama ada kesempatan,” jelas Marjono. (tyo)

Editor : Heru Pratomo
#divisi utama #divisi #naik kasta #Seto #Liga 1 #PSIM Jogja