RADAR JOGJA, SLEMAN - Presiden Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Gusti Randa menyatakan pihak manajemen telah menyelesaikan permasalahan larangan transfer, setelah menerima surat resmi dari FIFA.
Dalam surat bernomor FDD-18153 dan FPSD-12803, PSS Sleman resmi membayarkan kewajiban kepada pihak terkait.
Hal ini telah sesuai dengan keputusan yang disahkan oleh FIFA.
"Kami telah membayar apa yang memang harus diselesaikan dan oleh karena itu proses mengenai larangan transfer telah ditutup," tegas Gusti Randa, Selasa (22/5).
Seperti yang telah diketahui, beberapa waktu lalu PSS Sleman mendapatkan hukuman dari otoritas tertinggi sepak bola dunia.
Hukan tersebut berkaitan dengan penghentian kerja sama dengan mantan pelatihnya, Marian Mihail.
Dalam kasus tersebut, kabarnya Mihail yang telah diputus kontrak dan seharusnya mendapatkan kompensasi.
Akan tetapi pada kenyataannya Pelatih asal Rumania itu tidak menerimanya hingga kembali ke negaranya.
Melalui SILA Law Company, Marian Mihail lalu melaporkan hal tersebut kepada FIFA Players Status Chambers (FIFA PSC).
Hasil dari laporan tersebut, PSS Sleman telah dinyatakan bersalah dan harus menyelesaikan masalah itu kepada Mihail.
Tim yang berjuluk Super Elang Jawa itu mendapatkan hukuman larangan untuk melakukan transfer pemain selama tiga periode bursa transfer.
Dampak dari larangan itu membuat Laskar Sembada tidak bisa merekrut pemain baru.
Sehingga tim hanya boleh untuk memberikan kontrak kepada pemain saja.
Tak hanya itu saja, hasil dari hukuman itu juga membuat para pemain PSS Sleman tidak bisa didaftarkan ke asosiasi nasional yang bermuara kepada database FIFA.
Artinya para pemain tidak bisa dimainkan dalam kompetisi resmi.
Pemeran Syamsul Bahri di sinetron Siti Nurbaya ini berharap persoalan yang menimpa klub bisa menjadi pembelajaran untuk menjadi lebih baik.
Walaupun sedari awal ia yakin bahwa persoalan tersebut dapat diatasi.
"Saat itu juga pihak yang bersangkutan sudah lebih dulu menyatakan berhenti. Namun apapun itu yang paling penting semuanya sudah selesai. Sekarang yang penting bagaimana PSS menatap ke depan," jelasnya.
Ia juga berharap agar Super Elja dapat segera secara pasti mendatangkan dan berburu pemain dengan maksimal untuk musim depan.
Sebab dengan hadirnya para pemain baru itu nanti harapannya juga bisa memberikan semangat baru serta membawa Super Elang Jawa bisa terbang lebih tinggi.
"Perlu dicatat bahwa mengenai gaji, PSS adalah salah satu klub yang tidak pernah menunda atau gagal membayar gaji pemain ataupun pelatih," tandasnya.
Editor : Bahana.