RADAR JOGJA – Pelatih Manchester United, Erik ten Hag mengatakan para pemain Setan Merah seharusnya mengetahui bagaimana menutup pertahanan setelah mengalami kekalahan yang mengejutkan 4-3 saat menghadapi Chelsea di Stamford Bridge.
Manchester United hampir menciptakan comeback sempurna, dimana kebobolan dua gol di awal pertandingan dan menyamakan kedudukan sebelum babak pertama usai sebelum Alejandro Garnacho memastikan keunggulan setelah laga berjalan satu jam.
Setan merah mampu mempertahankan keunggulan 3-2 mereka hingga memasuki masa injury time sebelum akhirnya hilang dengan Cole Palmer yang melengkapi catatan hattricknya dengan mencetak dua gol di menit-menit akhir.
Gol penentu kemenangan Cole Palmer pada menit ke-101 tercatat sebagai gol penentu kemenangan terbaru dalam sejarah Liga Inggris.
Ini adalah pertandingan kedua Manchester United secara beruntun dimana konsentrasi hilang di detik-detik akhir setelah sebelumnya menghadapi Brentford yang berakhir dengan skor seri dimana Kristoffer Ajer mencetak gol penyeimbang di menit akhir.
“Itu adalah pertandingan yang luar biasa,” kata Erik ten Hag.
“Kesalahan individu kami membuat kami diganjar kekalahan. Kami harus bisa mengatasi hal itu,” imbuhnya.
Kekalahan ini juga memastikan Manchester United jauh dari perjalanan ke Liga Champions karena tidak mampu memanfaatkan momentum dimana Tottenham Hotspurs dan Aston Villa yang kehilangan poin pekan ini.
Dalam lima hari, Manchester United melakoni dua pertandingan dan hanya meraih 1 poin tambahan. Erik ten Hag menilai hal itu tidak dapat diterima.
“Kami harus memiliki standar yang tinggi jika kami ingin bersaing di Liga Champions,” jelasnya.
Ten Hag menjelaskan tidak tahu jika peluang Manchester United untuk merangsek ke peringkat empat klasemen atau lolos ke Liga Champions telah sirna.
“Saya harus melihat peringkat lagi. Poin akan menjadi lebih mahal. Sangat mengecewakan kami menelan kekalahan. Kami seharusnya bisa meraih kemenangan,” tegasnya. (uta)
Editor : Amin Surachmad