RADAR JOGJA – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp tidak mengharapkan sikap dari para pemain berubah usai pengumuman yang mengejutkan tentang dirinya bakal keluar di akhir musim.
Berita bahwa pelatih berusia 56 tahun itu tidak akan menyelesaikan kontraknya hingga 2026 merupakan peristiwa yang besar dalam sepak bola.
Hal itu memicu pertanyaan-pertanyaan yang terelakkan segera muncul tentang bagaimana hal itu mempengaruhi sebuah musim yang akan dianggap sebagai musim kedua terhebat dalam sejarah Liverpool.
Saat ini Liverpool tengah memuncaki Premier League/ Liga Inggris dengan keunggulan lima poin.
Selain itu, Liverpool juga masuk dalam babak 16 besar Liga Europa, final Carabao Cup, dan bakal menjadi tuan rumah menghadapi Norwich City di gelaran ronde kelima FA Cup.
Sebenarnya Jurgen Klopp telah memberitahu Fenway Sports Grup tentang keputusannya keluar dari klub sejak bulan November.
Namun, skuadnya baru mengetahui hal tersebut satu jam sebelum berita itu di publikasikan.
“Para pemain tidak memiliki banyak pertanyaan. Kami memiliki ikatan yang sangat kuat. Kami adalah profesional,” ungkap Jurgen Klopp.
“Anda dapat melihat para pemain dalam suasana hati yang sangat baik. Mereka tidak mengadakan pesta ketika saya memberi tahu mereka, tetapi itu hanya sebuah pengumuman,”
“Saya mengatakan kepada mereka bahwa ini berbeda dengan situasi lainnya, biasanya ketika seorang manajer berada di ruang ganti dan berbicara seperti itu, dia akan dipecat,”
“Jika Anda mau, kami dapat tumbuh lebih besar lagi bersama-sama dan memeras segalanya dari musim ini,”
“Sebelumnya tidak ada jaminan kami akan memenangkan apa pun dari musim ini dan sekarang tidak ada jaminan,”
“Kami akan berjuang 100 persen. Saya tidak bisa melakukan pekerjaan itu di masa depan, tetapi saya bisa melakukannya dengan sangat baik saat ini.”
Klopp yang terlihat terkuras secara fisik dan emosional bisa saja pergi pada musim panas lalu. Setelah satu musim yang penuh perjuangan dan kegagalan untuk lolos ke Liga Champions atau memenangkan trofi.
Namun, pelatih asal Jerman ini melihat bahwa sudah menjadi tugasnya untuk memperbaiki masalah di dalam skuad dengan perekrutan yang cerdas.
Dia telah melakukan hal tersebut, dan meletakkan fondasi yang kokoh untuk penggantinya.
“Kami memiliki situasi suram tahun lalu dan saya pikir banyak manajer akan dipecat tetapi tidak pernah ada niat (dari FSG) untuk melakukan itu,” tegas Jurgen Klopp.
“Tim ini dibentuk untuk masa depan. Ketika saya mengatakan Liverpool 2.0, itu tidak termasuk saya untuk 10 tahun ke depan, tetapi tim ini ada di sana, dasarnya ada di sana,”
“Siapa pun yang masuk sebagai penggantiku memiliki kesempatan untuk memainkan sepakbola yang sangat bagus. Apa yang kita semua lakukan dalam beberapa tahun terakhir telah membuat orang yang ragu menjadi orang yang percaya. Masa depan yang indah ada di depan mata dan hanya itu yang saya inginkan.”(uta)
Editor : Amin Surachmad