BANTUL - PSS Sleman terus memanaskan mesin para penggawanya menjelang kembalinya bergulir Kompetisi BRI Liga 1 2023/2024.
Kali ini dengan mengakhiri pekan kedua latihannya dalam mengisi jeda waktu kompetisi.
Laskar Sembada menggelar uji tanding dengan menghadapi Persis Solo.
Laga ujicoba melawan Laskar Sambernyawa itu berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Kamis (18/1) sore lalu.
Laga ujicoba melawan Laskar Sambernyawa itu berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Kamis (18/1) sore lalu.
Baca Juga: Menantang Tuan Rumah Persiraja Banda Aceh, Kas Hartadi: Saya Tetap Menargetkan Meraih Tiga Poin
Namun, pada uji tanding tersebut, PSS harus rela mengakui keunggulan Persis Solo dengan skor 2-0.
Pelatih kepala PSS Sleman Risto Vidakovic mengungkapkan uji tanding menghadapi Persis Solo hanya untuk latihan kebugaran fisik para pemain jelang kembali bergulirnya kompetisi Liga 1.
"Untuk saya, hal yang paling penting hari ini adalah kebugaran fisik. Uji tanding ini hanyalah latihan kebugaran fisik. Karena kami punya pekan yang berat di belakang kami. Sehingga para pemain kelelahan," ujarnya (19/1).
Pelatih kepala PSS Sleman Risto Vidakovic mengungkapkan uji tanding menghadapi Persis Solo hanya untuk latihan kebugaran fisik para pemain jelang kembali bergulirnya kompetisi Liga 1.
"Untuk saya, hal yang paling penting hari ini adalah kebugaran fisik. Uji tanding ini hanyalah latihan kebugaran fisik. Karena kami punya pekan yang berat di belakang kami. Sehingga para pemain kelelahan," ujarnya (19/1).
Baca Juga: Pohon Tumbang di Jalan Jogja-Wonosari Timpa Pemotor, Anak 9 Tahun Dilarikan ke Rumah Sakit
Dalam laga uji coba itu, Laskar Sembada mengawali permainan dengan komposisi sebelas pemain yang cukup kuat.
Dalam laga uji coba itu, Laskar Sembada mengawali permainan dengan komposisi sebelas pemain yang cukup kuat.
Ada nthony Pinthus, Leonard Tupamahu, Nurdiansyah, Bayu Setiawan, Ibrahim Sanjaya, Arlan Agma, Wahyudi Hamisi, Jonathan Bustos, Esteban Vizcarra, Ricky Cawor, dan Elvis Kamsoba.
Akan tetapi, saat babak pertama baru berjalan sebelas menit, gawang Super Elja malah bobol.
Akan tetapi, saat babak pertama baru berjalan sebelas menit, gawang Super Elja malah bobol.
Itu usai penyerang sayap Persis Solo Moussa Sidibe mendapatkan umpan tarik dari sisi kiri.
PSS Sleman yang juga ingin berusaha menang terus berupaya menyamakan kedudukan. Jual beli serangan terus terjadi di babak pertama.
PSS Sleman yang juga ingin berusaha menang terus berupaya menyamakan kedudukan. Jual beli serangan terus terjadi di babak pertama.
Sayangnya, gawang tim Super Elja kembali dibobol oleh skuad tim Laskar Sambernyawa melalui sepakan lambung dari luar kotak penalti oleh gelandang Sutanto Tan yang tidak bisa dihalau oleh Pinthus pada menit ke 39.
Pada babak kedua, Risto Vidakovic melakukan perubahan menyeluruh dengan menganti pemainnya. Anthony Pinthus digantikan oleh M. Ridwan.
Dimasukkan pula Thales Lira, Kevin Gomes, Inyoman Ansanay, Abduh Lestaluhu, Todd Ferre, Kim Kurniawan, Irkham Mila, Riki Dwi, Saddam Gaffar, dan Ajak Riak.
Setelah pergantian tersebut, permainan PSS tampak berubah karena menggunakan formasi yang berbeda di babak pertama yaitu 4-3-3.
Setelah pergantian tersebut, permainan PSS tampak berubah karena menggunakan formasi yang berbeda di babak pertama yaitu 4-3-3.
Baca Juga: Gunung Merapi Keluarkan Rentetan Guguran Awan Panas, Waspada Bahaya Lahar di Sungai-Sungai
Laskar Sembada menggunakan komposisi 4-4-2 dengan Saddam dan Ajak menjadi garda terdepan.
Namun, beberapa serangan Laskar Sembada tetap tidak bisa menembus gawang Persis Solo hingga akhir laga. Skor 2-0 tetap bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
"Ada beberapa pemain yang baru bergabung jadi menurut saya hasil tidak terlalu penting untuk uji tanding ini. Tapi tentu kita harus lebih serius," kata Risto.
Pelatih pemegang lisensi UEFA Pro itu juga menyebut, dalam laga uji tanding itu hanya ingin melihat sudah sejauh mana level kebugaran fisik para pemainnya setelah berlatih keras di pekan sebelumnya.
"Ada beberapa pemain yang baru bergabung jadi menurut saya hasil tidak terlalu penting untuk uji tanding ini. Tapi tentu kita harus lebih serius," kata Risto.
Pelatih pemegang lisensi UEFA Pro itu juga menyebut, dalam laga uji tanding itu hanya ingin melihat sudah sejauh mana level kebugaran fisik para pemainnya setelah berlatih keras di pekan sebelumnya.
Baca Juga: Terima Banyak Permohonan Pemangkasan Pohon Perindang, DLH Sleman Akui Kewalahan
"Saya hanya melihat bagaimana fisik para pemain saat ini, bagaimana gaya bermain kita, menurut saya itu normal. Saya pikir ini adalah periode yang normal untuk PSS," ungkapnya.
"Saya hanya melihat bagaimana fisik para pemain saat ini, bagaimana gaya bermain kita, menurut saya itu normal. Saya pikir ini adalah periode yang normal untuk PSS," ungkapnya.
Setelah melakoni uji tanding menghadapi Persis Solo, Risto pun akan tetap melakukan evaluasi terhadap timnya.
"Ada beberapa hal yang harus diperbaiki terutama di babak pertama, kami tidak bermain serius. Kami kebobolan dengan mudah dan di babak kedua lebih serius. Akan tetapi, seharusnya kita tidak terlambat untuk melakukan itu tapi kita harus memikirkan hal tersebut untuk diperbaiki," tandasnya. (ayu)