SLEMAN - Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan PSS Sleman mengaku menyiapkan sebanyak lima belas ribu lembar tiket saat Super Elja berhadapan dengan PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 2023 di Stadion Maguwoharjo pada Minggu (3/9) malam.
Di laga ini, Ketua Panpel PSS Sleman Yuyud Pujiarto mengaku akan mencermati fenomena tiket palsu yang sempat beredar luas saat pertandingan melawan Persebaya pekan lalu. Di laga melawan juara bertahan malam ini, hukuman pengosongan tribun selatan yang biasa menjadi markas kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS) sudah selesai.
Yuyud juga mengatakan dengan berakhirnya masa hukuman pengosongan tribun selatan ini. Di laga kali ini pihaknya menyediakan tiket sebanyak 15.000. Yang mana, di dua laga kandang sebelumnya menghadapi Bhayangkara FC dan Persebaya Surabaya tiket yang disediakan hanya sebanyak 12.500 lembar.
"Kali ini angka kembali ke normal, yaitu 15.000 dibagi empat tribun. Seperti waktu sebelum kena banned," ujar Yuyud (3/9).
Skema penukaran pembelian tiket daring dengan tiket gelang tidak akan diberlakukan lagi di laga ini. Sebelumnya hal itu dilakukan panpel di laga melawan Persebaya Surabaya untuk mengantisipasi masuknya suporter tim tamu.
Pihaknya juga sudah memperketat pengawasan. Sebab laga berlangsung di malam hari dan juga agar penonton dengan tiket palsu tidak masuk ke stadion.
"Semuanya dibuka online, penonton tinggal print dan itu wajib. Kali ini tidak boleh pakai HP juga email karena harus berwujud fisik untuk disesuaikan dengan KTP asli yang tertera saat pembelian online. Scanning juga dilakukan dua kali, sama seperti lawan Persebaya, jadi kalau tiket palsu pasti kelihatan," ungkapnya.
Di laga melawan PSM Medan ini Yuyud telah meminta dan menghimbau para suporter agar berhati-hati saat membeli tiket yang berdar di sosial media. Sebab pihaknya tidak bisa memastikan kalau tiket yang dibeli di luar penjualan resmi itu legal atau tidak.
"Jangan sampai penonton itu beli lewat yang tidak resmi. Saat melawan Persebaya kemarin itu kan mereka banyak beli di sosmed dengan harga tinggi. Lalu akhirnya mereka tidak bisa masuk karena NIK tiketnya sudah dipakai orang yang asli," ucapnya.
Sejak laga melawan Bhayangkara FC beberapa waktu lalu, PSS Sleman juga telah membuka pembelian tiket untuk semua warga Sleman dan tidak terkhusus kepada semua warga yang ber KTP DIJ saja. Dan pembelan tiket itu bisa memakai satu NIK untuk membeli dua lembar tiket.
Tak hanya itu saja, Yuyud juga meminta agar kebijakan ini dimanfaatkan dengan baik oleh para suporter Sleman agar ke depan data penonton tersimpan dengan rapi.
"Tapi kita tetap sesuai rekomendasi kalau penjualan tiket," tandas Yuyud. (ayu)
Editor : Amin Surachmad