RADAR JOGJA - Salah satu pesaing PSIM Jogja di kompetisi Liga 2 musim 2023/2024 nanti, PSPS Riau sudah merampungkan pembentukan tim. Kini sudah memasuki fase uji coba dengan tim selevel. PSIM Jogja masuk menjadi salah satu calon lawan uji tanding.
Riau Pos melaporkan, PSPS Riau menyatakan siap untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2022/2023. Kesiapan Askar Bertuah -julukan PSPS- menghadapi kompetisi musim ini diungkapkan Pelatih Kepala Jan Saragih Minggu (13/8). Jan Saragih mengatakan, tim PSPS sudah terbentuk dan tinggal melakukan sejumlah penyempurnaan saja. Kemudian, tinggal mencari beberapa pemain tambahan untuk menyempurnakan kekuatan tim. Bahkan, skuad PSPS telah melakukan laga uji coba.
Baca Juga: PSIM Jogja Resmi Tunjuk Manajer Baru: Kas Hartadi
Dengan persiapan tinggal menghitung beberapa hari lagi, Jan Saragih mengaku persiapan skuad PSPS terus dimatangkan. Saat ini, PSPS sudah memasuki tahapan mengasah taktik, menyerang maupun bertahan. Dan mudah-mudahan saat kompetisi dimulai nanti pemain sudah fasih mengimplementasikan taktik yang diracik pelatih.
“Kita akan hadapi bersama-sama untuk menjadi yang lebih baik,” ujar Jan Saragih kepada Riau Pos. Ia menuturkan, setelah melakoni laga uji coba dengan Kalteng Putra FC dan Bekasi FC telah melakukan rotasi kepada semua pemain agar semua pemain dapat bermain di menit yang sama.
Baca Juga: Bima Sinung Pamit, PSIM Jogja Tak Punya CEO dan Manajer
Rotasi merupakan bagian dari persiapan PSPS dalam mempersiapkan tim jelang kompetisi Liga 2. “Memang pada saat menjalani laga uji coba dengan Kalteng Putra FC banyak peluang kita tetapi kita harus melakukan rotasi agar semua pemain mendapatkan menit yang sama,”katanya.
Laga uji coba kembali akan dilakoni PSPS. Dijadwalkan PSPS akan uji tanding bermain menghadapi Persikab, kemudian selanjutnya melawan Persiba Balikpapan, PSIM Jogja dan PSCS Cilacap. “Uji coba ini kan merupakan program kita atau dalam persiapan kita untuk menghadapi kompetisi Liga 2. Ada sekitar 4 uji tanding lagi yang akan dijalani PSPS,” terangnya.
Menurutnya, semua pemain harus mendapat atmosfir pertandingan atau game agar siap dalam menghadapi kompetisi. “Ke depannya, memang konsentrasi laga dalam waktu 90 menit ini juga memang harus ditingkatkan. Tidak boleh lengah lagi baik dalam menyerang maupun bertahan,” ujarnya.
Editor : Heru Pratomo