Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada Modus QRIS Palsu: Cara Amankan Rekening dari Penipuan Digital Terbaru

Esty Destina Rahmadhani • Kamis, 2 Juli 2026 | 14:55 WIB
Kode QR untuk pembayaran transaksi nontunai. (Radar Madiun)
Kode QR untuk pembayaran transaksi nontunai. (Radar Madiun)

 
 
RADAR JOGJA - Teknologi nirkontak seperti Quick Response Code Indonesian Standard atau yang akrab kita sebut QRIS, telah mengubah cara kita bertransaksi. 

Mulai dari bayar bakso di pinggir jalan hingga donasi tempat ibadah, semua jadi serbapraktis.

Sayangnya, kepraktisan ini juga dilirik oleh para pelaku kriminal.

Belakangan ini, modus penipuan berbasis kode QR makin marak dan bervariasi, mengincar kelengahan konsumen maupun pemilik usaha.

Baca Juga: Prediksi Skor Spanyol vs Austria Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, La Roja Ingin Lanjutkan Catatan Tak Terkalahkan

Ragam Modus Penipuan QRIS yang Mengintai

Para pelaku kejahatan siber (cybercrime) terus memutar otak untuk mengelabui korban.

Berdasarkan laporan dari Bank Indonesia dan berbagai kasus yang ditangani kepolisian, berikut beberapa modus yang paling sering terjadi.

1. Stiker QRIS Palsu 

Modus klasik ini sempat viral saat menyasar kotak amal di beberapa masjid besar dan area kampus.

Pelaku secara diam-diam menempelkan stiker QRIS miliknya di atas stiker QRIS resmi milik toko atau tempat ibadah.

Alhasil, saat pembeli atau penyuara donasi melakukan pemindaian, uangnya justru mengalir lancar ke rekening penipu.

Baca Juga: Harga Telur Anjlok, Peternak di Kulon Progo Mulai Gunakan Tabungan hingga Terancam Gulung Tikar


2. Modus Pura-Pura Pindai untuk Penjual


Modus ini kerap menyerang pelaku UMKM saat jam-jam sibuk. Pembeli nakal akan berpura-pura memindai QRIS usaha anda, lalu menunjukkan layar ponselnya yang menampilkan bukti transaksi berhasil.

Padahal, gambar tersebut hanyalah hasil tangkapan layar lama atau bukti transfer yang sudah diedit lewat aplikasi manipulasi gambar.


3. Jebakan Badai QR Bayar vs QR Transfer


Ini adalah modus baru yang sangat berbahaya dan memakan korban dari sisi pemilik toko.

Pelaku berpura-pura menjadi pembeli besar dan meminta pihak toko mengirimkan kode QR lewat pesan singkat, dengan alasan pembayaran gagal terus.

Kelalaian terjadi ketika toko justru mengirimkan QR Bayar.

Begitu kode QR tersebut dipindai oleh pelaku, saldo rekening milik penjual justru terkuras habis karena sistem toko sedang melakukan otorisasi pembayaran ke pelaku.

Baca Juga: Gubernur DIY HB X Kembali Aktif, Pilih Cek Kesehatan Enam Bulan Sekali


Tips Ampuh Menghindari Penipuan QRIS


Supaya kita tidak menjadi korban berikutnya, ada beberapa kebiasaan baru yang wajib diterapkan saat menggunakan pembayaran digital.


Bagi Konsumen 


•    Periksa Fisik QRIS: Sebelum memindai, pastikan stiker QRIS dalam kondisi baik, tidak ada bekas tempelan berlapis, atau terasa janggal.

•    Wajib Cocokkan Nama Merchant: Setelah memindai, jangan langsung memasukkan PIN. Baca kembali nama yang muncul di layar ponsel anda, usahakan namanya sesuai dengan tujuan transaksi. 

•    Gunakan Aplikasi Resmi: Selalu gunakan aplikasi mobile banking resmi atau dompet digital (e-wallet) yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Kasus Sumpah Palsu Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman, Anak Buah RA Naik Penyidikan, Polisi Belum Tetapkan Tersangka


Bagi Pelaku Usaha

•    Jangan Mengandalkan Bukti Layar Pembeli: Jangan pernah melepas barang dagangan hanya karena pembeli sudah menunjukkan bukti transaksi di ponselnya.

•    Cek Notifikasi Real-Time: Pastikan Anda atau kasir mengecek mutasi rekening atau aplikasi khusus merchant untuk memastikan dana benar-benar sudah masuk.

•    Amankan Letak QRIS: Letakkan papan QRIS di tempat yang mudah diawasi oleh kasir, misalnya di dekat meja kasir utama.

Bila perlu, lapisi dengan akrilik keras agar tidak mudah ditempeli stiker lain.

Baca Juga: Pemerintah Perluas Ruang Partisipasi Publik, Terima Aspirasi dari Mahasiswa secara Terbuka

Ke Mana Harus Melapor Jika Jadi Korban?


Jika anda telanjur menjadi korban atau menemukan indikasi penipuan QRIS di fasilitas umum, jangan tinggal diam.

Berikut cara yang bisa dilakukan untuk menangani penipuan digital.


1.    Hubungi Bank/Penyedia Layanan: Minta pemblokiran transaksi atau pelaporan akun penipu ke customer service bank atau dompet digital yang anda gunakan.


2.    Adukan ke Bank Indonesia: Sebagai regulator resmi QRIS, anda bisa mengirimkan laporan resmi melalui kanal pengaduan konsumen Bank Indonesia.


3.    Lapor Pihak Berwajib: Datangi kantor polisi terdekat dengan membawa bukti konkret seperti mutasi rekening, tangkapan layar percakapan, dan foto QRIS palsu tersebut untuk diproses secara hukum.

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Waspada Modus QRIS Palsu #Amankan Rekening dari Penipuan Digital #penipuan berbasis kode QR #penipuan digital #QRIS