Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tren Go Vegan Tuai berbagai Kontra, Sadam Permana: Ada Pasal yang Mengatur Penyembelihan Hewan

Magang Radar Jogja • Senin, 5 Januari 2026 | 15:47 WIB
PRAKTIS: Beragam sayuran yang dikemas oleh Ikke Nur Wulandari untuk dijual di toko Sayur Instan Jogja.Dokumentasi Pribadi 
PRAKTIS: Beragam sayuran yang dikemas oleh Ikke Nur Wulandari untuk dijual di toko Sayur Instan Jogja.Dokumentasi Pribadi 

SLEMAN - Tren Go Vegan yang belakangan viral di media sosial merupakan bentuk kampanye agar semua orang tidak memakan hewan, baik dalam bentuk daging, susu, telur, maupun turunannya.

Tren Go Vegan berawal dari munculnya akun Instagram dengan nama pengguna @bahagiavegan yang kemudian viral di Tik Tok. Tren tersebut juga menampilkan berbagai video dengan kata-kata yang di antaranya, “go Vegan,” “be Vegan, be peace”, “stop memakan jenazah,” “hewan adalah teman, bukan makanan,” dan lainnya.

Berbagai pempengaruh turut memberikan tanggapan mengenai tren Go Vegan, salah satunya adalah Sadam Permana yang kontra terhadap tren tersebut.

Melalui video di akun Instagram-nya (@sadampermana.w), Sadam mengatakan bahwa menjadi Vegan adalah hal yang diperbolehkan, asal tidak melabeli orang lain melakukan kekejaman terhadap hewan.

“Boleh jadi Vegan, tapi kenapa langsung memberikan label orang yang makan daging itu orang yang bertanggung jawab atas kekejaman pada hewan?” kata Sadam dalam videonya.

Sadam juga menyampaikan bahwa terdapat undang-undang (UU) yang mengatur mengenai perlakuan terhadap hewan, aturan penyembelihan hewan, serta ancaman pidana bagi pelaku kekejaman terhadap hewan. UU yang dimaksud merupakan UU No. 18 Tahun 2009 dan UU No. 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Jadi ada kaidah dan prosedur serta hukum terhadap proses dari penyembelihan hewan untuk mengonsumsi hewan,” tutup Sadam dalam videonya.

Tren Go Vegan Tuai Komentar Negatif

Akun Instagram @bahagiavegan dipenuhi dengan berbagai komentar. Berbagai postingan pada akun tersebut dibanjiri dengan berbagai komentar negatif, salah satunya dari pemilik akun @wartan_artist yang mengomentari bahwa memakan daging merupakan hal yang tidak dilarang dalam aturan agama, negara, maupun budaya.

Pemilik akun tersebut juga menyampaikan bahwa tumbuhan juga dapat merasakan sakit dan menjadi “mayat” saat dipetik.

“Agama tidak melarang, peraturan negara juga gak melarang, budaya mendukung, manusia secara biologis mendukung mencerna daging-dagingan, nabi terdahulu juga memakan daging. Jadi, memakan daging tidak salah,” komentar pemilik akun @wartan_artist.

Meskipun dibanjiri dengan berbagai komentar negatif, masih terdapat beberapa komentar yang mendukung tren Go Vegan tersebut, salah satunya pemilik akun @the_brave_daniel. Bahkan, pemilik akun tersebut menyarankan agar menjadi raw vegan untuk hidup yang lebih sehat.

“Hidup Vegan! Tapi kalau mau lebih sehat jadi Raw Vegan sih, hehehe. Jadi bukan hewan aja yang gak disakiti, tapi tubuh kita gak disakiti juga sama produk-produk industri,” komentar pemilik akun @the_brave_daniel.

Tanggapan Pemilik Akun @bahagiavegan

Menanggapi banyaknya komentar negatif di berbagai postingan akun @bahagiavegan, pemilik akun mengunggah postingan yang menunjukkan hasil dari AI overview.

Postingan tersebut menunjukkan bahwa pemilik akun berusaha memberitahu ke publik bahwa tumbuhan tidak memiliki sistem saraf, otak, dan reseptor nyeri, sehingga tidak dapat merasakan sakit. Pemilik akun juga menegaskan bahwa semua hewan ingin hidup dengan damai.

“Tidak ada yang ikhlas dipaksa menemui ajalnya! Tidak ada yang ikhlas dieksploitasi! Semua hewan ingin hidup dengan damai!” tulis pemilik akun @bahagiavegan dalam keterangan postingan tersebut.

Meskipun demikian, postingan tersebut tetap dibanjiri dengan berbagai komentar negatif yang kontra terhadap tren Go Vegan.

Hingga kini, akun @bahagiavegan masih turut aktif mengampanyekan tren Go Vegan dan mengajak semua orang untuk menjadi vegan. 

Penulis: Salwa Hunafa

Editor : Bahana.
#vegan #hewan