Festival Kue Bulan, diselenggarakan tiap tahun pada tanggal 15 bulan ke-8 kalender lunar Tionghoa, menurut perhitungan tahun 2025 ini bertepatan pada hari ini, Senin, 6 Oktober 2025.
Di beberapa kota, rangkaian festival sudah mulai pada Minggu, 5 Oktober 2025 dan inti perayaan serta puncaknya akan jatuh malam 6 Oktober 2025, ketika bulan purnama dirayakan bersama keluarga dan masyarakat sambil menyantap kue bulan yang menjadi ikon perayaan.
Sejarah Festival Kue Bulan
Baca Juga: Digempur Isu Pisah, Berikut Profil Guinandra Jatikusumo, Suami Putri Tanjung
Festival Kue Bulan atau Mid-Autumn Festival merupakan salah satu perayaan tradisional terbesar dalam budaya Tionghoa, setara dengan Tahun Baru Imlek. Tradisi ini sudah berakar sejak ribuan tahun lalu di Tiongkok.
Awalnya, festival ini merupakan bentuk ungkapan syukur atas panen musim gugur dan penghormatan kepada bulan.
Sejak Dinasti Tang (618–907 M), kue bulan mulai dikenal sebagai sajian penting dalam perayaan ini. Perayaan ini barulah menjadi sebuah festival pada masa Dinasti Song.
Perayaan Kue Bulan yang dimakan mulai berlangsung sejak era Dinasti Yuan pada abad ke-13 hingga ke-14 (1279-1368 Masehi).
Tradisi ini semakin berkembang di periode Dinasti Ming dan Qing (1368-1912 Masehi) dan pada tahun 2008 pemerintah Tiongkok menjadikannya sebagai hari libur nasional.
Makna Festival Kue Bulan
Kue bulan atau mooncake yang umumnya berbentuk bulat atau persegi, melambangkan kebersamaan dan kesempurnaan.
Di dalamnya, terdapat beragam isian yang umumnya terbuat dari pasta biji teratai, ditambahkan kuning telur asin yang sering dianggap sebagai simbol bulan purnama.
Tak hanya di Tiongkok, masyarakat keturunan Tionghoa di berbagai negara, termasuk Indonesia, juga turut merayakan festival ini.
Di Indonesia sendiri, festival ini dikenal juga sebagai Chong Chiu, dan menjadi ajang mempererat tali keluarga serta berbagi keberuntungan.
Di Indonesia, festival kue bulan sering dipadukan dengan bazar jajanan tradisional, festival lentera, hingga pertunjukan budaya.
Jenis Mooncake Populer
1. Beijing Mooncake
Populer di China bagian utara, ciri khas mooncake jenis ini ada pada hiasan garis merah atau pola gambar geometri di atas kuenya serta rasa manis yang seimbang. Komposisi kue ini terdiri dari sekitar 40% kulit dan 60% isian.
2. Kanton Mooncake
Berasal dari wilayah Guangdong, varian ini umumnya diisi dengan pasta biji lotus, biji melon, daging ayam, ham, jamur, serta kuning telur asin. Teksturnya cenderung lembut dengan cita rasa manis.
3. Suzhou Mooncake
Dikenal dengan kulit tipis dan renyah, rasanya kaya lemak dan gula. Varian ini tersedia dalam dua pilihan, manis dan gurih. Disebut sebagai kue bulan yang tertua, Mooncake jenis Suzhou ini disebut sebagai cikal bakal bakpia di Indonesia.
4. Chaoshan Mooncake
Berbentuk bulat dengan tekstur garis melingkar di bagian atas. Isian khas Chaoshan mooncake yaitu kacang hijau, kacang hitam, atau pasta kentang. Chaoshan mooncake cenderung lebih besar dibandingkan jenis mooncake lainnya.
5. Yunnan Mooncake
Sesuai namanya, mooncake ini berasal dari Yunnan. Mooncake ini punya keunikan tersendiri, isian yang digunakan tidak hanya daging, tetapi juga beragam bunga yang menambah aroma serta cita rasa khas.
6. Snow Skin Mooncake
Berasal dari Hong Kong, mooncake ini tampil unik dengan warna putih karena proses pembuatannya yang tidak dipanggang, melainkan disimpan di dalam lemari es dan dinikmati dalam kondisi dingin, sehingga memberikan sensasi segar saat disantap.
Festival Kue Bulan 2025 bukan hanya momen menikmati kue, tetapi juga momentum untuk melestarikan tradisi, mempererat kebersamaan, dan merayakan keberagaman budaya.
Penulis: Ayu Andayani Saputri
Editor : Bahana.