Hal itu disebabkan angka lima di thailand dibaca ‘ha’ jadi kata ‘555’ dibaca hahaha.
Tak ada sumber yang jelas mengenai asal muasal kata ‘wkwkwk’ di indonesia, tapi sebagian orang menggunakan kata ‘wkwkw’ karena mereka menganggap kata ‘hahaha’ terkesan sangat formal dan kaku.
Pada akhirnya, kata ‘wkwkwk’ berkembang menjadi ‘wkakakak’ untuk menggambarkan tawa yang lebih lepas atau bahkan ‘awokawokawok’ sebagai ungkapan yang lebih eksentrik.
dari sudut pandang filsafat bahasa kata ‘wkwkwk’ merupakan simbol humor yang tidak membutuhkan ekspresi nyata.
Jurnal Nonverbal Behavior mengungkapkan bahwa tertawa lebih sering terjadi pada saat manusia berinteraksi secara langsung karena adanya kontak mata dan bahasa tubuh.
Dalam komunikasi virtual, kita kehilangan elemen elemen tersebut sehingga tawa hanya sekedar formalitas tanpa benar-benar terjadi.
Mengetik ‘wkwkwk’ sudah menjadi norma dalam bertukar pesan sehingga banyak orang yang mengirimnya hanya sebatas menunjukkan partisipasi dalam percakapan tanpa benar benar tertawa.
Respon Otomatis
Dalam komunikasi digital, kita cenderung menunjukkan ekspresi berdasarkan kebiasaan tanpa berfikir panjang.
Ekspresi tawa digital seperti ‘LOL’, ‘Hahahah’, dan ‘Wkwkwkw’ sebagai respon otomatis, bukan benar-benar menunjukkan ekspresi tawa.
Dalam percakapan, ada banyak intensitas humor yang kita terima, ada yang hanya mengundang senyum hingga yang membuat kita teratawa terbahak-bahak.
Nah, untuk itulah kadang kita tetap mengetik ‘wkwkw’ sebagai bentuk pengharagaan terhadap lawaan bicara walaupun humor yang dilontarkan tidak mengundang gelak tawa.
Penggunaan ‘wkwkwk’ dalam percakapan tak hanya ekspresi atas atas humor yang dilontarkan lawan bicara, lebih dari itu, kata ‘wkwkwk’ menggambarkan kemampuan manusia untuk beradaptasi dalam komunikasi.
Penggunaan kata ‘wkwkwk’ juga dapat mengurangi tekanan sosial, membangun koneksi sosial yang lebih intens, dan meningkatkan suasana hati.