Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sering Ketik 'wkwkwk' Tapi Tidak Beneran Tertawa? Ini Alasannya!

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 4 Februari 2025 | 16:09 WIB
Orang Indonesia mengekspresikan tawa dalam komunikasi digital dengan kata
Orang Indonesia mengekspresikan tawa dalam komunikasi digital dengan kata
 
RADAR JOGJA - Sebagai pengguna media sosial, kata ‘wkwkwk’ sering digunakan untuk mengekspresikan perasaan atas sebuah guyonan dalam pesan. 
 
Uniknya, kata wkwkwk hanya populer di Indonesia. Umumnya, orang di luar negeri menggunakan kata LOL (Laugh Out Loud) dan hahaha sebagai ekspresi tawa. 
 
Hal yang lebih unik justru bisa kita temui di Thailand, warga thailand mengekspresikan tawa dengan mengetik ‘555’. 
 
Baca Juga: Nana Sudjana Ajak Masyarakat Berdoa agar Jateng Lepas dari Bencana
 
Hal itu disebabkan angka lima di thailand dibaca ‘ha’ jadi kata ‘555’ dibaca hahaha.
 
Tak ada sumber yang jelas mengenai asal muasal kata ‘wkwkwk’ di indonesia, tapi sebagian orang menggunakan kata ‘wkwkw’ karena mereka menganggap kata ‘hahaha’ terkesan sangat formal dan kaku. 
 
Pada akhirnya, kata ‘wkwkwk’ berkembang menjadi ‘wkakakak’ untuk menggambarkan tawa yang lebih lepas atau bahkan ‘awokawokawok’ sebagai ungkapan yang lebih eksentrik.
 
dari sudut pandang filsafat bahasa kata ‘wkwkwk’ merupakan simbol humor yang tidak membutuhkan ekspresi nyata. 
 
Baca Juga: Cagar Budaya, Stadion Kridosono Jogja Harus Dipertahankan, Ubah Jadi RTH Tabrak Undang-Undang
 
Simbol humor ini menandakan bahwa dalam komunikasi digital, emosi dapat ditransmisikan secara simbolik tanpa harus diwujudkan secara nyata.
 
*Mengirimkan ‘wkwkwk’ tapi tidak tertawa?*
Walaupun sering mengetik ‘wkwkwk’ kenyataannya tidak semua orang yang mengirimkan benar-benar tertawa.
 
Baca Juga: Mengenal Najwatun Nissa Afanin, Kuliah sembari Mondok, Punya Ketertarikan di Industri Media
 
Hal itu disebabkan beberapa hal, di antaranya,
 
Tertawa Sosial Vs Tertawa Virtual
 
Jurnal Nonverbal Behavior mengungkapkan bahwa tertawa lebih sering terjadi pada saat manusia berinteraksi secara langsung karena adanya kontak mata dan bahasa tubuh. 
 
Dalam komunikasi virtual, kita kehilangan elemen elemen tersebut sehingga tawa hanya sekedar formalitas tanpa benar-benar terjadi.
 
Baca Juga: BMKG Sebut Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter Bakal Terjadi di Perairan Yogyakarta Hari Ini
 
Norma Sosial dalam Chatting
 
Mengetik ‘wkwkwk’ sudah menjadi norma dalam bertukar pesan sehingga banyak orang yang mengirimnya hanya sebatas menunjukkan partisipasi dalam percakapan tanpa benar benar tertawa.
 
Respon Otomatis
 
Dalam komunikasi digital, kita cenderung menunjukkan ekspresi berdasarkan kebiasaan tanpa berfikir panjang. 
 
Ekspresi tawa digital seperti ‘LOL’, ‘Hahahah’, dan ‘Wkwkwkw’ sebagai respon otomatis, bukan benar-benar menunjukkan ekspresi tawa.
 
Baca Juga: Jadi Top Skorer Sementara, Rafinha Bertekad Akan Terus Cetak Gol
 
Perbedaan Intensitas Humor
 
Dalam percakapan, ada banyak intensitas humor yang kita terima, ada yang hanya mengundang senyum hingga yang membuat kita teratawa terbahak-bahak. 
 
Nah, untuk itulah kadang kita tetap mengetik ‘wkwkw’ sebagai bentuk pengharagaan terhadap lawaan bicara walaupun humor yang dilontarkan tidak mengundang gelak tawa.
 
Baca Juga: Menuju Wajib Sertifikasi Halal 2026, Disperindag Sleman Sebut Sudah Ada Empat Pasar Tradisional yang Disasar
 
Penggunaan ‘wkwkwk’ dalam percakapan tak hanya ekspresi atas atas humor yang dilontarkan lawan bicara, lebih dari itu, kata ‘wkwkwk’ menggambarkan kemampuan manusia untuk beradaptasi dalam komunikasi.
 
Penggunaan kata ‘wkwkwk’ juga dapat mengurangi tekanan sosial, membangun koneksi sosial yang lebih intens, dan meningkatkan suasana hati.
(Sulthan Zidan)
Editor : Meitika Candra Lantiva
#guyonan #Wkwkwk #orang indonesia #tertawa #Ekspresi #pesan